Digilir 40 Warga Desa Saat Ditinggal Orangtua Bekerja, Pengakuan Menghebohkan Korban Rudapaksa
Tak di sangka, desa yang tampak tenang itu menimbulkan kehebohan karena kasus rudapaksa anak perempuan oleh seperlima penduduk desa.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Desa Ban Koh Raed di Phang Nga, Thailand sehari-hari tampak sepi dan tenang.
Penduduknya pun tak sampai 200 orang.
Tak di sangka, desa yang berada di distrik Takua Thung itu menimbulkan kehebohan di Thailand.
Dari desa tersebut, mencuat kasus pencabulan anak di bawah umur.
Dilansir Straits Times, seorang gadis berusia 15 tahun mengaku telah diperkosa oleh 40 pria saat dia berusia 14 tahun.
Padahal desa tersebut hanya berpenduduk 180 orang.
Itu artinya dia telah dicabuli seperlima penduduk desa.
Orang tua gadis itu hanyalah penyadap getah karet.
Mereka bekerja di malam hari sehingga terpaksa meninggalkan putrinya seorang diri.
Saat itulah peristiwa memilukan dialami oleh remaja tersebut.
Awalnya ia diperkosa oleh seorang pelaku di rumahnya.
Kemudian dia ditarik ke rumah pondok lain di kawasan tersebut, dimana ia dibius dan dirudapaksa oleh sejumlah pelaku lain beramai-ramai.
Serangan seksual selama berbulan-bulan membuat korban jadi pendiam dan menutup mulut karena khawatir keselamatan adik lelaki, ibu dan ayah tirinya.
Namun sang ibu mengetahui dan melaporkan peristiwa yang menimpa putrinya ke polisi.
Hingga kini, polisi sudah menetapkan 11 tersangka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pelecehan-seksual-pencabulan-perkosaan-rudapaksa-kekerasan-terhadap-anak_20170809_174709.jpg)