Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Rohingya

Ini Tiga Program Dompet Dhuafa untuk Muslim Rohingya

Selain itu, Dompet Dhuafa bersama lembaga kemanusiaan lain juga menghadirkan tiga intervensi program guna menjamin kelangsungan hidup mereka.

Penulis: Hendri Gusmulyadi | Editor: Afrizal
istimewa
Pimpinan Dompet Dhuafa Riau, Ali Bastoni saat mengisi salah satu kegiatan belum lama ini 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dompet Dhuafa telah menyiapkan rancangan program jangka panjang untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan Muslim Rohingya di Myanmar.

Selain itu, Dompet Dhuafa bersama lembaga kemanusiaan lain juga menghadirkan tiga intervensi program guna menjamin kelangsungan hidup mereka.

Intervensi pertama menyangkut akses air bersih dan sanitasi di kawasan-kawasan pengungsian, dan lokasi pergerakan pengungsi di perbatasan antar negara.

Baca: VIDEO: Diduga Korupsi Dana Desa Rp 500 Juta, Kades di Rohul Ditahan

Baca: Rayakan Ulang Tahun Keempat, Include Pekanbaru Rencanakan Touring ke Daerah Ini

Kedua adalah di lini pendidikan, melalui Sekolah Guru Indonesia atau Sekolah Literasi Indonesia dengan menghadirkan peserta didik. Sehingga sistem yang ada di program sekolah guru tersebut dapat diaplikasikan di pengungsian.

Kemudian untuk di kawasan pergerakan pengungsi di perbatasan antar negara, Dompet Dhuafa menghadirkan School For Refugee.

"Bahkan School For Refugee telah berjalan sejak kedatangan manusia perahu atau pengungsi dari Rohingya yang masuk ke sejumlah wilayah di Medan dan Aceh di periode 2015 dan 2016. School For Refugee juga banyak diadopsi dan mendapatkan penghargaan dari UNHCR," sebut Pimpinan Dompet Dhuafa Riau, Ali Bastoni, Kamis (13/9/2017).

Intervensi berikutnya adalah program Livelihood atau pendekatan ekonomi dengan merancang Peace Concept Pasar Ramah yang bertujuan untuk memunculkan interaksi dan transaksi pragmatis para pihak yang bersengketa saat ini.

Adanya pasar tersebut, diharapkan dapat menciptakan interaksi yang bagus dan juga menimbulkan saling ketergantungan di antara mereka.

"Sehingga terbangun kesadaran bahwa mereka sebenarnya saling membutuhkan, bukan saling berperang," sebut Ali.

Namun bagaimanapun, upaya ini bukan milik Dompet Dhuafa atau lembaga kemanusiaan semata. Semua terkait tragedi atau konflik kemanusiaan dalam mengupayakan perdamaian, menjadi tugas bersama untuk membantunya.

"Karena Rohingya adalah saudara kita, kini saatnya kita semua hadirkan perdamaian di sana. Karena bagaimanapun, konflik kemanusiaan hingga menimbulkan korban jiwa layak kita singkirkan dari dunia," ungkap Ali.

Sejak 2012 hingga saat ini, Dompet Dhuafa terus menggulirkan bantuan berkala bagi masyarakat Rohingya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved