Siak

Anggota DPRD Siak Ini Heran Dirinya Ditetapkan Jadi Tersangka

Tuduhannya melanggar pasal 310 KUHPidana juncto pasal 315 KUHPidana, tentang penghinaan.

Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Sebab, kata dia, penyidik tidak berpatok pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan DPRD tentang Tata Tertib DPRD, bahwa anggota DPRD memiliki hak imunitas dalam penyampaian pendapatnya.

Sedangkan demonstrasi yang digelar berdasarkan undangan kelompok aksi bernama Kopel, sebagai anggota DPRD Siak.

Dalam laporan direktur PT IKPP Hasanuddin itu ke Polda Riau, hak imunitasnya tidak berlaku.

"Sekarang saya saja ikuti dulu, karena penyidik tetap bersikukuh dengan dasar tersendiri. Dalam hal ini, saya dianggap tak memiliki hak imunitas. Saya juga didampingi oleh tim penasehat hukum dari LBH Hanura", kata dia.

Ia menceritakan, saat melaksanakan demonstrasi ke PT IKPP, ia masuk duduk di komisi III DPRD Siak.
Sedangkan isu lingkungan sedang ditindaklanjuti oleh beberapa kelompok organisasi, yang sebagian besar berbasis di kecamatan Tualang.

"Saat saya diundang, saya hadir di tengah-tengah konstituen. Undangannya ada, surat tugas saya ada. Waktu itu saya memang dimintai orasi. Saya, orasi, memang mengatakan seperti kucing kurap", kata dia.

Ia mengatakan, pihaknya sudah berkali-kali mendesak PT IKPP untuk membenahi lingkungannya.

Seperti polusi udara, penutupan anak sungai, dan dan lain-lain.

"Janji-janji PT IKPP tidak pernah terealisasi, sehingga masyarakat kembali protes sampai mengundang saya", kata dia.(*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved