PPPK Kuansing
Prihatin PPPK dan CPNS Belum Dilantik, Bupati Kuansing Minta Bersabar
Bupati Kuansing Suhardiman Amby meminta seribuan PPPK dan CPNS untuk bersabar menunggu pelantikan karena keterbatasan keuangan daerah
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: FebriHendra
TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING - Hingga penghujung tahun 2025, nasib seribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I dan seratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) masih belum jelas.
Rencana pelantikan dan penerbitan Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT) gelombang pertama yang semula dijadwalkan pada awal Oktober, belum juga terealisasi.
Bupati Kuansing Suhardiman Amby mengatakan bahwa pendataan masih berlangsung.
Proses pendataan tersebut bukan perkara mudah, karena masing-masing OPD harus menginventarisir satu per satu data PPPK sesuai dengan bidang yang dibutuhkan segera.
Baca juga: Dana Transfer Ke Daerah Kuansing Dipangkas Rp 260 Miliar, Pelantikan PPPK Ditunda
Baca juga: TKD 2026 Dipangkas Hingga Rp 260 Miliar, Bupati Kuansing Usul Gaji ASN Ditanggung Pusat
Skema itu diberlakukan lantaran keterbatasan anggaran.
Suhardiman mengaku tak ingin menzalimi para pegawai dengan mewajibkan mereka bekerja tanpa kepastian gaji.
“Bayangkan, mereka disuruh kerja, masuk pagi pulang sore, tapi tidak digaji. Mereka punya keluarga yang harus dinafkahi. Ini sama saja menganiaya mereka,” ujar Bupati Suhardiman Amby, Selasa (14/10/2025).
Menurutnya, pemerintah tidak boleh membuat kebijakan yang justru menambah beban masyarakat.
Karena itu, pelantikan akan dilakukan setelah kondisi keuangan daerah memungkinkan, agar hak para pegawai dapat terpenuhi sepenuhnya.
"Menang sudah dianggarkan di APBD Perubahan 2025, namun dana riilnya belum cukup," ujar Suhardiman.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kuansing Muradi meminta para PPPK dan CPNS bersabar. Kondisi itu juga terjadi pada dirinya.
"Anak saya kan lulus CPNS 2024 juga dan penempatan di Kuansing. Sama seperti lainnya, dia juga belum terima SPMT," ujarnya.
Muradi menjelaskan 100 dari 171 CPNS 2024 merupakan warga asal Kuansing dan Riau, selainnya merupakan warga dari provinsi lain, seperti Sumbar dan Sumut.
Bagi CPNS dari luar Riau, ia meminta untuk tidak datang atau pindah ke Kuansing sebelum adanya pemberitahuan resmi dari BKPP.
"Kasihan kalau langsung pindah ke Kuansing, sabar saja dulu. Tunggu pemberitahuan resmi dari kami," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/Guruh Budi Wibowo)
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)
Bupati Kuansing Suhardiman Amby
| PPPK Kuansing Bakal Sumringah, Semua Fraksi Setuju Gaji Dianggarkan Penuh Dalam APBD 2026 |
|
|---|
| Ribuan PPPK Kuansing Dilantik, Wabup Muhklisin Pastikan Gaji Dianggarkan Penuh di APBD 2026 |
|
|---|
| Kabar Gembira untuk PPPK di Kuansing, Gaji Sesuai Perpres dan Dianggarkan Penuh Selama 12 Bulan |
|
|---|
| BKPP Kuansing Tegaskan Tak Ada Pungutan dalam Proses Pelantikan PPPK, Korban Diminta Lapor Polisi |
|
|---|
| Kebutuhan PPPK Paruh Waktu Pemkab Kuansing Capai 1.068 Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Bupati-Kuansing-Suhardiman-Amby-meminta-seribuan-PPPK-dan-CPNS.jpg)