Minggu, 12 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Gunung Agung Terkini

Hewan Turun dari Gunung Agung, Ini Dia Penjelasan Ilmiahnya

Bagi Surono, mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, fenomena ini sebenarnya bisa terjelaskan secara ilmiah.

Editor: harismanto
Tribun Bali/Rizal Fanany/Saiful Rohim
Gunung Agung terlihat di kawasan Desa Rendang,Kabupaten Karangasem,Minggu (24/9/2017) (kiri). Dr Surono DEA, Mantan Kepala PVMBG (kanan) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Penelitian mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Surono di Kelud menjelaskan secara ilmiah soal binatang yang turun gunung menjelang letusan.

Kisah tentang hewan yang berlarian turun menjelang letusan gunung api kerap menjadi penanda alam bagi masyarakat lokal untuk mengungsi.

Giyono (71) hampir sepanjang hidupnya bertugas memantau aktivitas Gunung Kelud.

Dia bertugas di Pos Pemantauan Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kediri, Jawa Timur.

Sudah empat kali dia menyaksikan letusan Kelud, yaitu tahun 1956, 1966, 1990, dan 2007.

Baca: VIDEO: Detik-Detik Ratusan Siswa Karacunan di Bumi Perkemahan Cibubur

Menurut kesaksiannya, sebelum Kelud meletus, binatang-binatang berlarian turun gunung.

”Biasanya ular dan kijang turun sebelum Kelud meletus,” katanya.

Geolog Museum Geologi, Indyo Pratomo, juga menyaksikan binatang yang turun menjelang letusan Gunung Kelud pada 10 Februari 1990.

Pada Desember 1989, Indyo yang saat itu meneliti untuk kepentingan disertasinya di Universitas Blaise Pascal, Clermont-Ferrand II, Perancis, menyaksikan ular piton yang keluar sarang dan ditangkap warga di lereng Kelud.

Bahkan, pada akhir Desember itu, Indyo dan rekannya, ahli gunung api dari Universitas Savoie, Perancis, Jean Van de Meulbreuck, dan Khairul Huda, petugas pos pemantauan Gunung Kelud, disengat ratusan tawon bangbara (Xylocopa spp)—tawon ndas, dalam bahasa Jawa— yang mengamuk tanpa sebab. Saat itu, mereka berada di terowongan, tak jauh dari kawah Kelud.

Baca: 5 Fakta Aris Wahyudi Pemilik Situs Nikahsirri.com, Ratusan Juta Diraup dari Tawaran Lelang Perawan

”Tawon itu seperti kebingungan dan marah kepada siapa saja yang ada di dekatnya tanpa sebab,” katanya.

Indyo dan kedua rekannya harus dirawat di rumah sakit karena sengatan ratusan tawon itu.

Di gunung-gunung lain, kisah serupa juga disebutkan para saksi mata. Selama ini kisah tentang turunnya hewan-hewan dari gunung api menjelang letusan sering dijadikan pertanda masyarakat lokal untuk turut mengungsi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved