Sabtu, 9 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Harga Cabai Di Siak Kian Pedas, Ibu-Ibu Mengeluh

Ibu-ibu rumah tangga di Pasar Raya Belantik, pasar tradisional terbesar di Kota Siak Sri Indrapura itu rata-rata mengeluh.

Tayang:
Penulis: Mayonal Putra | Editor:
Tribun Pekanbaru/ Rizky Amanda
Seorang pedagang di Pasar Raya Belantik, Siak, memasukan cabai ke kantong plastik pembeli, Jumat (6/10/2017). /mayonal putra 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Harga cabai di kabupaten Siak terasa kian "pedas". Rata-rata di pasar tradisional, Jumat (6/10/2017), harga cabai berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu.

Ibu-ibu rumah tangga di Pasar Raya Belantik, pasar tradisional terbesar di Kota Siak Sri Indrapura itu rata-rata mengeluh. Karena dua hari belakangan, mereka masih membeli cabai merah seharga Rp 30 ribu per kilo, kini naik hampir 50 persen.

"Waduh, kok tiba-tiba naiknya tinggi kali. Baru dua hari lalu masih Rp 30 ribu, kini sudah Rp 50 ribu. Susah awak harganya selangit juga," kata Yanti, yang membeli cabai di lapak milik Madi, pasar Belantik.

Melonjaknya harga cabai tersebut menjadi pembicaraan hangat di pasar itu. Para penjual hanya bisa mengatakan, modalnya semakin tinggi kala cabai diantarkan oleh distributornya sejak dua hari lalu.

"Biasanya naik harganya kan Rp 1000 atau Rp 2000 paling tinggi, ini kok langsung naik banyak," timpal Ramlah, yang juga sedang memilih cabai merah.

Baca: Irjen Arman Depari Tegaskan Senpi BNN Untuk Menegakkan Hukum

Informasi yang dihimpun Tribun di pasar itu, rata-rata seluruh jenis cabai naik harga. Cabai asal Bukitttinggi Sumatera Barat juga seharga Rp 50 ribu per kilo. Sedangkan cabai asal Medan dan kabupaten Siak sendiri juga sama. Namun, beberapa cabai asal Medan dan Siak yang tampak sudah tak segar lagi, seharga Rp 40-45 ribu.

Madi mengungkapkapkan, sebagai penjual dia pun mengurangi stok. Sebab, distribusi cabai ke lapaknya tetap lancar selama ini. Namun, dari penyuplai barang harga juga dipatok semakin tinggi.

"Memang dari sananya begitu Bang, jadi gimanapun kami terpaksa naikan harga. Gara-gara mahal inilah saya kurangi mengambil stok. Tadi hanya saya ambil 10 Kg saja," kata dia.

Cabai asal Bukittinggi, kata dia, tetap masuk sekali dua hari di pasar Belantik. Begitu juga cabai dari daerah lain. Sehingga tidak terjadi kelangkaan barang di Siak.

Baca: Mata Wanita Ini Buta Akibat Kebiasaan yang Mungkin Sering Kamu Lakukan! ! !

"Kenapa harganya mahal, kami juga tak tahu. Dalam seminggu ke depan sepertinya naik lagi harganya," kata dia.

Eva, pedagang lainnya juga mengatakan hal yang sama. Bahkan, di lapaknya ada lagi cabai dengan harga yang lebih mahal, yakni cabai kopay, asal Payakumbuh. Cabai yang memiliki panjang minimal 30 cm itu dijual dengan harga Rp 55 ribu per kilonya.

"Sebenarnya tidak naik sekaligus. Minggu kemarin Rp 35 ribu cabai Bukittinggi sekilo, kemudian naik jadi Rp 40 ribu, dua hari lalu naik jadi Rp 42 ribu sekilo dan hari ini jadi Rp 50 ribu," kata dia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved