Uang Uka-uka atau Uang Mistik? Begini Penjelasan Numismatika Pekanbaru

Di tangan pecinta dan kolektor uang kuno atau yang biasa disebut numismatik, ada satu koin yang sering disalah artikan orang.

Penulis: Theo Rizky | Editor: Sesri
TribunPekanbaru/Theo Rizky
Sandi Riawan memperlihatkan dua koin Yasin Zulfikar miliknya. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Theo Rizky

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Di tangan pecinta dan kolektor uang kuno atau yang biasa disebut numismatik, ada satu koin yang sering disalah artikan orang.

Banyak menyebutnya uang uka-uka atau uang yang tidak ada, uang mistik.

"Kata orang ini ada penunggunya sehingga dapat menarik uang ghaib," ujar seorang numismatika asal Pekanbaru, Sandi Riawan.

Di tangan kolektor, biasanya koin ini disebut dengan Koin Yasin Zulfikar.

Koleksi Uang Kuno Sandi
Koleksi Uang Kuno Sandi (TribunPekanbaru/Theo Rizky)

Sisi koin itu bergambar manusia memegang tombak di tangan kanan dan kiri nya, pada sisi lain terdapat tulisan arab.

Karena beredar kabar bahwa koin itu dapat mendatangkan rezeki diluar nalar, akhirnya Koin Yasin ini naik daun hingga dihargai Rp 50 - 100 juta.

"Padahal ini bukan uang," kata Sandi.

Baca: Jelang Comeback Album ke-8, Super Junior Rilis Foto Baru, Ganteng Banget!

Baca: Bukan Editan, Bocah 3 Tahun Main Kuda-kudaan di Atas Ular Piton Raksasa Saat Banjir

Dijelaskannya, Koin tersebut dicetak pada masa Kerajaan Johor tahun 1920, dan berakhir dicetak pada tahun 1940.

Beredar di Kerajaan Johor Malaysia, Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.

"Ini hanya souvenir untuk menyebarkan agama Islam, karna Islam itu menyebar dari mulut ke mulut, perdagangan dan pelajar," ujar Sandi.

Masih adanya kepercayaan mistis di masyarakat terkait koin itu, maka timbullah tangan-tangan jahil dengan maksud mendongkrak harga, "inilah asal muasal uang magic, lalu merebak ke uang-uang yang lain," katanya lagi.

Koin Yasin Zulfikar sendiri bewarna emas, cetakannya mulus berdiameter 48 mm dengan detail yang rapi, seperti bentuk mata hidung, mulut yang tergambar jelas pada muka orang di koin itu, berbeda dengan Koin Yasin palsu yang pengerjaannya kasar.

Sandi sendiri memiliki beberapa koleksi Koin Yasin yang dihargai Rp 200 - 850 ribu.

Pernah suatu saat ada warga dari luar kota yang menawar koin nya seharga Rp 2 juta, namun karena tujuannya irrasional, ia enggan menjualnya.

"Kalau ia hanya sekedar ingin koleksi, akan saya berikan," ujarnya. (*) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved