Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Mengidap Sindrom Putri Tidur, Gadis ini Dulu Berprestasi dan Berubah Setelah Kecelakaan

“Setelah mengalami kecelakaan satu tahun lalu, Echa mulai berubah seperti ini,” ujar sang ayah.

Editor:
BANJARMASIN POST
Mulyadi dengan setia menunggui Echa yang sedang tidur, Sabtu (21/10) malam. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANJARMASIN - Suami istri, Mulyadi dan Lili, setia menunggu dan melayani makan, minum, dan buang air anaknya, Siti Raisa Miranda alias Echa (13), yang tertidur selama 13 hari.

Diduga, Echa menderita sindrom putri tidur.

Mulyadi mengatakan Echa merupakan anak yang cerdas, daya tangkapnya cepat.

Bahkan dia memiliki bakat di bidang musik.

Namun sikapnya berubah setelah Echa mengalami kecelakaan.

Echa sudah sadar dan membuka mata, Minggu (22/7/2017). (banjarmasinpost.co.id)
Echa sudah sadar dan membuka mata, Minggu (22/7/2017). (banjarmasinpost.co.id)

“Setelah mengalami kecelakaan satu tahun lalu, Echa mulai berubah seperti ini,” ujarnya.

Saat tabrakan, kepala Echa terbentur aspal dan ia langsung diurut.

“Semuanya beres, tak ada masalah. Namun luka di bagian kepala Echa tidak terkontrol. Akibatnya, seminggu pascakecelakaan tingkah lakunya berubah," ujarnya.

Echa seolah berhalusinasi, bahkan terlihat seperti orang kesurupan.

Baca: Pakaiannya Dilucuti dan Dilempar Keluar karena Dituduh Mencuri di Pusat Perbelanjaan

Seorang bocah perempuan di Banjarmasin lebih dari 10 hari tidur tanpa bangun ((facebook/moel ya lo ve))
Seorang bocah perempuan di Banjarmasin lebih dari 10 hari tidur tanpa bangun (facebook/moel ya lo ve)

“Selain ke rumah sakit, Echa sudah kami dibawa ke orang pintar. Setelah 11 hari meminum obat dan ikuti perawatan jalan di rumah sakit, kondisi Echa pun membaik,” ujarnya.

Namun tak terduga, Echa sempat tak tidur selama tiga hari tiga malam. Echa mengalami insomnia.

Baca: Anak Ini Terkena Sindrom Aneh, Bisa Tidur Hingga 20 Jam Sehari

“Khawatir kondisinya memburuk, saya membawa Echa ke rumah sakit. Saat di rumah sakit, ada tiga dokter yang menangani Echa, yaitu dokter anak, spesialis jiwa, dan dokter syaraf. Setelah diperiksa, kondisi Echa baik saja,” ujarnya.

Akibat penyakitnya ini, Echa yang bersekolah di SMPN 15 Banjarmasin sering tidak masuk sekolah.

“Guru Echa menyarankan agar Echa pindah sekolah ke SMP terbuka. Ini karena Echa sering ketinggalan pelajaran dan belum mampu mengejarnya,” kata ibunda Echa, Lili. (ell)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved