DPRD Dukung Disdik Pekanbaru yang Siap Sekolahkan Lagi Anak-anak Gepeng
Seperti diketahui, belakangan makin menjamur anak-anak usia TK dan SD menjual tisu, koran dan lainnya di persimpangan lampu merah.
Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Afrizal
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syafruddin Mirohi
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Kesiapan Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, untuk menyekolahkan anak-anak yang kini menjadi gepeng, sangat diapresiasi Komisi III DPRD Pekanbaru.
Sebab, hal ini juga sangat membantu masyarakat miskin, terutama anak-anak yang tidak dipedulikan orangtuanya, atau anak-anak yang tidak ada orangtuanya lagi.
Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Zulfan Hafiz ST, Kamis (9/11/2017) menegaskan, untuk mendata gepeng atau anak-anak yang tergabung dalam penyandang masalah kesejahteraan sosial ini, harus bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos).
Baca: Gurauan Sang Ibu Jadi Pertanda Maut Menjemput, Tinggalkan Anak Derita Kelainan Jantung
Baca: Tak Punya SIM dan Pakai Helm Ibu Ini Nekat Melawan Arus, Ditilang Polisi Malah Menangis
Baik Dinsos Kota Pekanbaru maupun Dinsos Pemprov Riau.
"Itu program yang sangat bagus, selagi masih sesuai aturan," kata Zulfan menjawab Tribunpekanbaru.com.
Seperti diketahui, belakangan makin menjamur anak-anak usia TK dan SD menjual tisu, koran dan lainnya di persimpangan lampu merah.
Seperti halnya di Simpang Empat Arengka, Simpang SKA, lampu merah Jalan Diponegoro dan simpang Jalan Arifin Ahmad-Soekarno Hatta.
Terakhir masyarakat pengendara menemukan anak-anak menjual tisu di Simpang SKA arah ke SPBU di bawah guyuran hujan lebat, karena disuruh orangtuanya.
Baca: Siang Hari, Pohon Beringin Tiba-tiba Tercabut dari Akarnya, Diawali oleh Kejadian. . .
Baca: Istri Kepergok Selingkuh. Suami Marah Besar, Rekam Kelakuan Istrinya saat Begituan
"Hal-hal seperti ini kan sangat miris kita melihatnya. Ini harus ditindaklanjuti. Apalagi sudah masuk ranah pidana. Kasihan anak-anak dieksploitasi," katanya.
Seperti diketahui, Disdik Pekanbaru komitmen akan membantu anak-anak yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/gepe1_20170406_170831.jpg)