Bunuh Diri Setelah Diperkosa dan Di-bully, Gadis Ini Tinggalkan Surat, Isinya Mengharu Biru
Surat yang harus dibaca semua orang, surat untuk semua orang yang menyentuh hati.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Hidup dalam keterasingan dan diajuhi orang-orang mungkin terasa sangat menytakitkan.
Tidak mempunyai teman dan menjadi korban bullying olah orang-orang sekitar bahkan diintimidasi.
Dilansir Grid.ID melalui Newsner gadis bernama Cassidy Trevan dari Melbourne, Australia tahu betul bagaimana rasanya.
Dia telah diintimidasi sejak lama, pembullyan yang mempengaruhi jiwanya juga telah berubahnya secara fisik beberapa kali.
Dia diperlakukan dengan mengerikan, diserang di sekolah dan di internet bahkan rumah keluarganya pun dirusak.
Sayang sekali dia sampai tidak mau bersekolah karena terlalu pengganggu, segala sesuatunya tidak membaik.
Namun setelah memikirkannya lagi dan mendapat dukungan, dia pun siap untuk mencoba sekolah lagi.
Dia memulai dengan dua hari dalam seminggu untuk membiasakan diri.
Gadis-gadis yang mengganggunya meminta maaf mereka bahkan ingin berteman dengannya sekarang.
Mereka bertanya apakah dia ingin pergi ke festival bersama mereka.
Tentu saja dia mau karena sudah lama ia melupakan pembullyan itu, meski gadis-gadis itu sudah biasa padanya.
Gadis-gadis membawa Cassidy ke rumah terdekat tempat dimana mereka menyuruh dua orang tua untuk memperkosanya.
Gadis-gadis itu duduk di luar dan menunggu sementara kedua anak laki-laki itu bergiliran memperkosa Cassidy ketika berumur 13 tahun.
Cassidy melaporkan kejadian tersebut ke polisi, namun sayangnya kasus tersebut tidak ditindak karena kurangnya bukti.
Ibu Cassidy, Linda, memindahkannya ke sekolah yang berbeda, dan mereka bahkan pindah, tapi pengganggu selalu menemukan jalan untuk menemuinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-bunuh-diri_20170723_171111.jpg)