7 Titik Rangsangan Wanita Menurut Kitab Assikalabineng Bugis, Ternyata Berdasarkan Hari. . .
Seperti India, China dan negara lainnya. Namun, tahukah anda, bahwa Indonesia juga memiliki kitab 'pemuas nafsu' ini.
Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Firmauli Sihaloho
TRIBUNPEKANBARU.COM - Anda pernah mendengar tentang sejarah kamasutra?
Kamasutra secara sederhana ialah sebuah buku peninggalan kuno yang mengulas tentang kehidupan serta cara melakukan hubungan seksual di atas ranjang.
Kamasutra ini terdapat di berbagai belahan dunia dengan versi yang berbeda pula.
Seperti India, China dan negara lainnya. Namun, tahukah anda, bahwa Indonesia juga memiliki kitab 'pemuas nafsu' ini.
Tribun menyadur berbagai sumber yang menyatakn bahwa kita asal Bugis berjudul Assikalabineng merupakan keilmuan tentnag seksual.
Seks bagi masyarakat Bugis selalu dipandang sebagai sesuatu yang eksklusif, sakral, dan tabu untuk dibicarakan secara luas.
Maka pengetahuan tentang hal itu sedapat mungkin dijaga dengan rapat.
Baca: Kisah Nyata, Pria Panggilan Ini Sudah Tidur Bersama 1.700 Wanita, Ini Pengalamannya
Baca: Waspadai 10 Hal yang Bikin Lelaki Mandul, No 7 Tanpa Disadari Sering Kamu Lakukan
Selain karena ini menyangkut pola komunikasi paling personal antara sesama manusia, seks juga dipandang sebagai bagian dari kehormatan manusia.
Adalah Muhlis Hadrawi yang menjadi salah satu dari sekian ahli naskah kuno Universitas Hasanuddin yang mengungkap bahwa di masyarakat Bugis, pengetahuan tentang seks sebenarnya juga terangkum dan terdokumentasi dengan baik.
Berbeda dengan Kama Sutra yang lebih mengedepankan pada teknik belaka, Assikalabineng lebih dari hal itu.
Pengetahuan tentang organ genital dan alat reproduksi, filosofi seks, teknik penetrasi, sentuhan bagian sensitif, penentuan jenis kelamin, pengendalian kehamilan, serta waktu baik untuk berhubungan intim, juga terangkum di dalamnya.
Seperti proses seleksi hadis, penulis memaparkannya utuh dan menganalisanya.
Dalam naskah Bunga Rampai Budaya, yang berisi, “tata cara mandi junub, sebelum melakuklan hubungan seks untuk membangkitkan gairah wanita serta doa-doanya, dan tata cara agar awet muda setelah berhubungan seks,” misalnya, diperoleh dari manuskrip tua 52 halaman yang disalin dari pemilik aslinya, Amiruddin, warga Paccerakkang, Makassar.
Secara teratur buku ini mengklasifikasi titik-titik rangsangan perempuan, manfaat mandi sebagai foreplay atau siklus perubahan titik rangsangan wanita yang berubah sesuai siklus haid, dan hari di masa subur istri, dan siklus mani perempuan yang berpindah-pindah.
Baca: Mana yang Lebih Sehat, Makan Nasi Dingin atau Panas? Ini Penjelasannya Menurut Kesehatan
Baca: Sebelum Tidur, 10 Hal Ini Wajib Dilakukan Pasangan, Nomor 8 Bisa Buat Pemanasan!
Di mana titik mani berada, maka di situlah pusat rangsangan tertinggi, dan akan membuat pasangan suami istri menggelinjang, laiknya gerakan pangkal ekor ikan mujair di lumpur berair.
“Inilah pengetahuan dari Baginda Ali ketika hendak berhubungan dengan Fatimah/Malam Jumat dia mencium ubun-ubun sebab di situlah maninya berada/ Sabtu dia mencium kepalanya, sebab di situlah maninya berada/ malam Ahad, Ali mencium mata Fatimah sebab di situlah maninya berada/malam Senin diciuminya perantara keningnya,"
Baca: Pernah Dengar Threesome? Begini 5 Faktanya yang Ditemukan Seorang Peneliti
Di manuskrip lain, disebutkan tujuh titik rangsangan yang menjadi daerah sensasi selama peredaran malam;
1. Ubun-ubun (buwung) di malam Jumat;
2. kepala (ulu) di malam Sabtu;
3. mata (mata) di malam Ahad;
4. perantara alis (lewa enning) di malam Senin;
5. hidung (inge') di malam Selasa;
6. keenam, buah dada (pangolo) di malam Rabu;
7. ketujuh, ulu hati (ulu ati) di malam Kamis.
Ketujuh pusat rangsangan itu adalah bagian dari dua belas sensasi seksual perempuan.
"Efek rangsangan terbaik bila dilakukan pada rangkaian titik peka itu, diraba, lalu selalu diiringi ciuman, sebelum masuk ke tahap penetrasi, yang diikuti beberapa mantra dalam bahasa Arab adan Lontara.
Di titik ini juga disebutkan, tahapan di bagian badan sebelum penetrasi langsung adalah pangolo (buah dada) dan posi (pusar).
Dalam foreplay berupa makkarawa dan manyonyyo ini, buku menyarankan tetap tenang dan mengatur irama naffaseng (nafas).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/assikalaibineng_20171126_151845.jpg)