Rabu, 8 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Sepasang Remaja Gantung Diri Bersama Diduga Karena Cinta Terlarang

Kedua korban memilih gantung diri dengan seutas tali nilon di bawah tower aluran udara tegangan tinggi (sutet).

Editor: M Iqbal
telegraph.uk
ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Peristiwa gantung diri yang dilakukan RK alias Rino (20) dan MK alias Meifa (13) di Desa Koreng, Minahasa Selatan (Minsel) pada Selasa (5/12/2017) pagi, ternyata bermotif asmara terlarang.

Kedua korban yang masih satu marga ini memilih gantung diri dengan seutas tali nilon di bawah tower aluran udara tegangan tinggi (sutet).

dua remaja gantung diri (Tribun Manado)
dua remaja gantung diri (Tribun Manado) ()

Gabungan personil dari Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres Minsel serta anggota Polsek Tareran langsung mengamankan TKP, melakukan proses identifikasi serta mengevakuasi kedua remaja yang menjadi korban cinta buta ini.

“TKP-nya di bawah tower sutet, peristiwa gantung diri oleh dua warga Desa Koreng diidentifikasi berinisial RK (Rino) 20 tahun dan MK (Meifa) 13 tahun,” ungkap Kapolsek Tareran, Iptu Petrus Satu.

Kedua korban gantung diri ini pertama kali ditemukan oleh Heis Rumengan, ibu Rino.

“Berdasarkan keterangan saksi, Pak Fentje, ayah dari korban RK (Rino), bahwa ia sempat melihat anaknya berbicara dengan perempuan MK (Meifa) di dekat tower sutet," katanya

"Saksi kemudian menyuruh istrinya, Heis Rumengan, untuk memanggil anak mereka. Saat tiba di tower sutet, ibu Heis Rumengan mendapati anaknya, RK (Rino), bersama dengan perempuan MK (Meifa) sudah meninggal karena gantung diri,” terang Kapolsek Tareran, Iptu Petrus Satu.

Korban gantung diri di Koreng Minahasa Selatan, pada Selasa (5/12/2017) (Tribun Manado)
Korban gantung diri di Koreng Minahasa Selatan, pada Selasa (5/12/2017) (Tribun Manado) ()

Kasat Intelkam Polres Minsel, AKP Karel Tangay, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyarankan kepada kedua pihak keluarga almarhum untuk dilakukan proses otopsi namun ditolak.

“Keluarga korban gantung diri menyatakan menerima peristiwa duka ini dan menolak untuk dilakukan proses otopsi," jelasnya

"Untuk motif kasus diketahui bahwa kedua korban menjalin asmara terlarang karena masih ada ikatan darah, hingga pada akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” jelas AKP Karel.(*)

*Berita ini telah dipublikasikan Tribun Manado dengan judul Diduga Cinta Terlarang, 2 Remaja Asal Tareran ini Nekat Gantung Diri

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved