Eksklusif
Begini yang Dilakukan Disdukcapil Pelalawan untuk Perekaman 2017
Berdasarkan data yang dimiliki Disdukcapil yang diterima dari Kementerian Dalam Negeri, penduduk Pelalawan saat ini mencapai 365.817 jiwa.
Akibatnya biaya transportasi ke kantor kecamatan cukup mahal.
Selain itu tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah dalam mengurus administrasi kependudukan, terutama masyarakat suku terpencil.
Kemudian kerusakan alat perekam KTP-el yang terjadi di tujuh kecamatan dari 12 kecamatan.
Meski perangkat itu sudah dibawa ke Kemendagri untuk diperbaiki, hingga kini belum selesai.
Gangguan pada jaringan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang sering terjadi juga jadi kendala.
"Disamping itu kita belum memiliki mobil pelayanan keliling untuk mempercepat pemenuhan administrasi kependudukan," tandasnya.
Disdukcapi telah mengajukan pembelian alat perekam KTP-el pada APBD tahun 2018 mendatang.
Ada tujuh unit yang akan diadakan melalui anggaran daerah. Untuk membantu aktivitas perekaman tahun mendatang.
Sedangkan untuk proses pencetakan e-KTP, Disdukcapil Pelalawan juga terkendala peralatan printer yang rusak.
Dari dua alat pencetak, satu di antaranya rusak total sejak tiga bulan lalu.
Alat itu telah dikirim ke Disdukcapil Provinsi Riau untuk diperbaiki, namun sparepart yang diminta ke pusat belum juga datang.
Sedangkan satu alat printer lagi sering bermasalah dan tidak berfungsi maksimal.
Jika dioperasikan dalam waktu yang lama, perangkat itu akan rusak karena terlalu panas.
Petugas mesti menunggu proses pendinginan agar bisa digunkan kembali.
"Normalnya bisa memproduksi sampai 300 keping sehari, ini hanya 30 sampai 40 keping saja. Ini yang menjadi kendala kita," keluhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/perekaman-e-ktp-di-kantor-camat-pekanbaru-meningkat_20160905_155337.jpg)