Sabtu, 18 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Nilai Kontraktor Pasar Induk Tak Serius, Dewan: Tak Perlu Pikir 2 Kali untuk Evaluasi 

Hampir setahun sejak penandatanganan kontrak, progres pekerjaannya hanya 10 persen.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Afrizal
TribunPekanbaru/Syaiful Misgiono
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama pihak investor menandatangani kontrak kerjasama Bangun Guna Serah (BGS) lelang investasi pembangunan pasar induk, Senin (24/10/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syafruddin Mirohi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Rencana Walikota Pekanbaru Firdaus MT, yang akan mengevaluasi kontraktor Pasar Induk, yakni PT Agung Rafa Bonai, sudah lama didukung kalangan DPRD.

Sebab, dewan menilai tidak ada keseriusan perusahaan tersebut, untuk menyelesaikan pembangunannya.

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan mengatakan, ketidaksiapan PT Agung Rafa Bonai sudah jelas terlihat.

Hampir setahun sejak penandatanganan kontrak, progress pekerjaannya hanya 10 persen.

Artinya, Pemko melalui Disperindag tidak perlu berpikir dua kali, untuk mengevaluasi perusahaan ini.

"Kontrak awalnya kan 2 tahun. Tapi setahun berjalan, tidak maksimal. Makanya sudah dipastikan akhir 2018 nanti, Pasar Induk belum bisa dioperasionalkan. Itu artinya, Pemko harus tegas dengan segera mengganti kontraktornya," kata Ruslan kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (14/12/2017).

Baca: 3 Tahun Tak Bertemu dan Ingin Beri Kejutan, Hati Istri Hancur Saat Lihat Tempat Tinggal Suaminya

Menurut politisi PDI-P ini, ketidaksiapan PT Agung Rafa Bonai sudah dikhawatirkan pihaknya sejak awal.

Sebab, dari awal masalah muncul soal perizinan yang tak kunjung selesai.

Setelah itu, anggaran yang tersendat.

Dugaan anggaran inilah penyebab utama, kenapa kontraktor tak bisa menyelesaikan progres pekerjaannya.

Karena itu, Desember ini pihak DPRD meminta agar persoalan ini selesai.

Sehingga tahun 2018, pengerjaan Pasar Induk sudah bisa dipastikan.

"Jika memang PT Agung Rafa Bonai tidak sanggup, ya dilelang lagi. Tapi harus perusahaan bonafit. Evaluasi ini jangan hanya gertak sambal," pintanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved