Gaet Kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan Manfaatkan Teknologi Digital
Tak hanya pekerja penerima upah (PPU) BPJS Ketenagakerjaan juga berusaha untuk memperbanyak kepesertaan tenaga kerja Bukan Penerima Upah (BPU).
Memanfaatkan era digital, BPJS Ketenagakerjaan semakin berbenah untuk menggaet kepesertaan baru. Tidak hanya dengan cara konvensional, tetapi juga menggunakan teknologi untuk menyasar generasi milenial.
AKHIR Agustus tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan cabang Pekanbaru Panam menggelar sosialisasi dibarengi hiburan bagi pedagang di Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru.
Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/8/2017), Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekanbaru Panam, Wisnu Eko Prihartono mengatakan sosialisasi ini untuk memberi pemahaman bahwa pelaku usaha mandiri berhak mendapatkan perlindungan sosial.
Selain sosialisasi secara langsung, BPJS Ketenagakerjaan juga melibatkan pemuka masyarakat maupun pemangku kebijakan untuk mendorong partisipasi masyarakat.
Sebelumnya, Wisnu Selasa (8/8/2017) lalu mengatakan sosialisasi telah dilakukan bagi Ketua RT dan Ketua RW se-Kecamatan Tampan. Sebab, RT adalah ujung tombak pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga informasi tentang layanan ini lebih cepat menyebar.
"Potensi tenaga kerja bukan penerima upah sangat besar, dan sampai saat ini belum terjaring dan terjangkau," kata Wisnu didampingi Kepala Bidang Pemasaran, Esra Nababan. Gencarnya sosialisasi ini untuk mengejar target nasional kepesertaan.
Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Pusat, Eko Darwanto menyebutkan, undang-undang mengamanatkan semua masyarakat, baik Pekerja Penerima Upah (PPU) maupun Bukan Penerima Upah (BPU) harus menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan
Menurut dia, RT dan RW diharapkan menjadi garda terdepan dalam melaksanakan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011.
Inovasi yang dilakukan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat juga dilakukan melalui Badan Usaha Milik Daerah Desa (BUMDes) seperti yang terdapat di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.
Pemerintah Desa Tarai Bangun mendirikan loket BPJS Ketenagakerjaan sebagai unit usaha BUMDes. Menurut Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Pekanbaru Panam, Esra Nababan, BUMDes mengelola loket yang melayani pembayaran iuran dan pendaftaran peserta baru BPJS Ketenagakerjaan.
Esra menyebutkan, BUMDes mitra akan mendapat fee atau insentif dari BPJS Ketenagakerjaan yang ditentukan berdasarkan jumlah peserta baru yang mendaftar dan besar iuran yang dibayar di loket.
Ia menambahkan, jaringan internet pada loket di kantor desa akan terkoneksi langsung ke server BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga pembayaran iuran bisa langsung terdata pada sistem.
Memasuki usia 40 tahun, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus menggenjot jumlah kepesertaan anggota.
Tak hanya PPU, BPJS Ketenagakerjaan juga berusaha untuk memperbanyak kepesertaan tenaga kerja BPU. Di antaranya tukang ojek, pedagang pasar, buruh dan pelaku bisnis untuk diri sendiri.
Selain itu, target tidak hanya bagi tenaga kerja di daerah seluruh Indonesia, tetapi juga yang akan bekerja luar negeri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/petugas-bpjs-ketenagakerjaan-cabang-rengat_20170930_194229.jpg)