Bangun 2 Flyover, Abdul Wahid: Jika Ada Pembebasan Lahan Harus Dilakukan Sekarang
Jika ada lahan yang harus dibebaskan, maka hal tersebut harus dilaksanakan dari sekarang
Penulis: Alex | Editor: Afrizal
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU– Komisi IV DPRD Riau meminta agar pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemprov Riau untuk segera mempersiapkan hal dan kebutuhan pembangunan 2 flyover di Pekanbaru.
Hal ini dikarenakan, sebelum pembangunan dimulai, ada rangkaian kegiatan yang semestinya dilakukan sejak awal, misalnya pembebasan lahan, jika ada lahan masyarakat atau lahan pihak lain yang ada di sekitaran kawasan pembangunan jembatan Siak IV tersebut.
Salah seorang anggota DPRD Riau, Abdul Wahid mengatakan, jika ada lahan yang harus dibebaskan, maka hal tersebut harus dilaksanakan dari sekarang, agar jika nantinya ada persoalan, ada waktu untuk memproses persoalan tersebut.
“Selain itu, juga butuh waktu untuk merapikan kabel dan jaringan listrik di tempat pembangunan di lakukan, dan mestinya itu dilakukan dari sekarang. Selain itu, juga perlu waktu untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk pembangunan tersebut. Jangan sampai nanti habis waktu untuk nego dan memproses persiapan tersebut yang harusnya bisa dilakukan daris ekarang,” kata Wahid kepada Tribun, Selasa (19/12/2017).
Baca: Begal Ganas, Tak Peduli Korbannya Motor Anggota dan Komandan Pleton TNI pun Diembat
Pihak PUPR Pemprov Riau sebegai leader dalam pembangunan tersebut menurut Wahid harus menguasai kondisi dan pembangunan tersebut secara keseluruhan, sehingga dalam mengawasi kontraktor dalam bekerja lebih paham dan tahu apa yang akan dikerjakan terlebih dulu, mana yang prioritas, dan bagaimana proses serta pembangunan flyover tersebut.
“Selain itu, pihak PUPR sebagai leader pembangunan juga harus mengerti dengan manajerial, sehingga dalam pembangunan tersebut bisa mengawasi dengan maksimal, karera memahami konsep pembangunannya, sehingga pembangunannya berjalan lancar, sesuai dengan target, dan sesuai dengan harapan,” tuturnya.
Sebelumnya, Wahid juga menilai, untuk mempermudah dan mempercepat pembangunan dua flyover di Pekanbaru, yakin perempatan SKA dan perempatan Pasar Pagi Arengka, dinilai perlu dilakukan penutupan jalan sementara waktu.
Namun demikian, Wahid menilai, jika dilakukan penutupan jalan secara keseluruhan, maka akan menyulitkan masyarakat, karena tidak seluruh jalur yang akan dibangun flyover tersebut memiliki jalan alternatif yang berada di dekat jalan yang akan dibangun flyover tersebut.
"Kalau mau cepat dan mempermudah pembangunannya sebenarnya memang lebih bagus ditutup sementara waktu. Tapi kalau ditutup semua, masyarakat akan kesulitan, karena yang memiliki jalan alternatif tidak semua ruas,” kata Wahid kepada Tribun.
Baca: 5 Bahaya Nonton Film Porno di Ponsel Android, No 5 Nggak Nyangka Banget
Kalau pun dilaksanakan dengan menutup sebagian jalan, dan masyarakat melewati sebagian jalur, menurut Wahid akan memiliki risiko, apalagi pengerjaan flyover lebih banyak dilakukan di bagian atas.
“Dilakukan secara parsial memang tetap bisa dilewati, namun tentunya akan banyak risiko jika saat sedang dikerjakan. Selain itu, antrenya tentu akan lebih panjang dari biasanya, karena hanya separuh jalan yang bisa dibuka,” ulasnya.
Ketua Fraksi PKB DPRD Riau ini berharap, agar pihak Pemprov Riau, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) nantinya bisa mendapatkan solusi yang lebih baik, sehingga tidak menyulitkan masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pemasangan-rambu-baru-di-flyover-oke_20160908_144222.jpg)