Minggu, 26 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kisah Sedih Buruh Migran di Brasil yang Terpaksa Memakan Makanan Anjing

Namun, mimpi itu ternyata mimpi buruk. Selama bekerja beberapa waktu dia tidak habis pikir mengapa dirinya diperlakukan begitu kejam.

The New Paper/Ei Phyu Tun
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Malam sudah larut ketika perempuan ini berniat bunuh diri dengan melompat dari kamarnya di lantai tujuh. Tubuhnya sudah letih akibat bekerja selama 15 jam sejak fajar menyingsing tanpa makan selama dua hari.

Maria (bukan nama sebenarnya) tiba di Brasil dari Filipina dua bulan sebelumnya. Dia dipekerjakan sebagai pekerja rumah tangga oleh sebuah keluarga yang tinggal di kawasan permukiman orang-orang kaya di Sao Paulo.

Tugas rumah tangga yang dibebankan pada Maria tampaknya tidak pernah berhenti.

Dia harus membantu nyonya rumah mengurus tiga bocah laki-laki usia sekolah dan adik bayi mereka. Kemudian, Maria membersihkan seisi apartemen yang terdiri dari ruang makan besar, ruang tamu, serta empat kamar tidur yang masing-masing dilengkapi kamar mandi. Setelah itu, dia harus mengajak anjing keluarga jalan-jalan lalu meninabobokan anak-anak.

Ilustrasi
Ilustrasi (The New Paper/Ei Phyu Tun)

Majikan perempuan biasanya tinggal di rumah, memantau segala yang dikerjakakan Maria. Pernah dia menyuruh Maria menggosok meja kaca selama hampir satu jam karena, menurutnya, meja itu tidak dibersihkan dengan baik.

Ada kalanya dia menghitung jumlah pakaian yang disetrika Maria. Apabila tidak puas, dia menyuruh Maria menyetrika pakaian dalam jumlah yang lebih banyak selama berjam-jam.

Selama dua bulan, Maria belum pernah diberi libur. Bahkan, lantaran begitu banyak tugas yang harus dilakukan, Maria tidak punya waktu untuk makan. Kalaupun dia makan, kadang kala porsi makanan yang diberikan tidak cukup banyak.

Setelah berminggu-minggu didera pekerjaan yang menumpuk, Maria berniat bunuh diri. Namun, pada saat bersamaan dia memikirkan keluarganya di Filipina. Dia membayangkan ibunya dan tiga adiknya yang dua di antaranya memerlukan obat khusus untuk penyakit jantung. Maria lah yang menjadi tumpuan bagi mereka.

Maria pun sadar, dia tidak punya pilihan selain tetap bekerja. Dia mengurungkan niat bunuh diri dan beranjak tidur.

"Dunia saya berputar, saya menangis," kenang perempuan berusia 40 tahun itu ketika dia nyaris mengakhiri hidupnya.

Maria mengaku bagai bermimpi bisa datang ke Brasil. "Saya dengar Brasil bagus," ujarnya.

Namun, mimpi itu ternyata mimpi buruk. Selama bekerja beberapa waktu dia tidak habis pikir mengapa dirinya diperlakukan begitu kejam.

Keesokan hari setelah mengurungkan niat bunuh diri, Maria bangun tidur dengan perut sakit akibat kurang makan, sedangkan tugas-tugas rumah tangga sudah menanti.

BBC Indonesia
BBC Indonesia ()

Beberapa jam kemudian dia menemukan sesuatu yang bisa disantap selagi memasak daging untuk makanan anjing peliharaan keluarga majikannya. Dia lalu menyisakan sekerat untuk dirinya sendiri.

"Saya tidak punya pilihan (lain) untuk bertahan hidup."

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved