Senin, 13 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Karyawan Tewas Diterkam Harimau, Perusahaan Pastikan Keluarga Dapatkan Hak Korban

Dua karyawan perempuan lainnya yang selamat dari serangan harimau sudah didatangi tim HRD perusahaan untuk memberikan penghiburan.

Penulis: Theo Rizky | Editor: Afrizal
istimewa
Jenazah Jumiati setelah diserang harimau di lokasi kerjanya 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Theo Rizky

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Terkait tewasnya karyawan harian PT TH Indo Plantation bernama Jumiati (33) yang diterkam Harimau Sumatera di Desa Tanjung Simpang, Kec Pelangiran, Kab Indragiri Hilir, pihak perusahaan memastikan bahwa keluarga korban yang telah ditinggalkan akan mendapatkan hak-hak korban sepenuhnya sebagaimana yang telah diatur dalam perundangan-undangan.

Hal ini disampaikan perwakilan PT TH Indo Plantation, Dani Murdopo saat konfrensi pers di Kantor BBKSDA Riau, Pekanbaru, Jumat (5/1/2018).

Menurutnya, semua biaya mulai dari transportasi hingga pemakaman korban semua dibiayai perusahaan.

"Uang duka diluar aturan juga sudah kami berikan kepada suami korban," kata Dani.

Selain itu, untuk dua karyawan perempuan lainnya yang selamat dari serangan harimau sudah didatangi tim HRD perusahaan untuk memberikan penghiburan.

Baca: VIRAL, Wanita 60 Tahun Berstatus Gadis Menikah dengan Pria yang 20 Tahun Lebih Muda

"Tim HRD kami masih berada di lokasi untuk memantau korban yang selamat ini, kami memberikan penghiburan dan membantu mengatasi traumanya karena perlu ada pendampingan, sudah kami lakukan," tambahnya.

Dijelaskan Dani lagi, sejak penampakan Harimau pertama kali di kawasan tersebut pada Desember 2016, pihak perusahaan sudah melakukan koordinasi dan kerjasama dengan BBKSD Riau, termasuk pihak keamanan terdekat untuk menghindari kejadian konflik. 

"Kami sudah cukup hati-hati dan aktif memberikan arahan dan informasi kepada karyawan kami di lapangan, untuk keamanan di lapangan, tidak kami izinkan bekerja sendiri-sendiri lagi," jelas Dani.

Rencananya, jauh sebelum kejadian ini, tim koordinasi BBKSDA Riau yang melibatkan pihak terkait akan melakukan rapat koordinasi pada tanggal 4 Januari 2018 terkait keberadaan Harimau di kawasan itu dan dilanjutkan dengan memberangkatkan tim evaluasi dan indentifikasi.

Namun keadaan berkata lain.

Tanggal 3 Januari 2018, satu korban akhirnya meninggal diterkam Harimau.

Dari kejadian itu, Tim BBKSDA Riau pada hari yang sama langsung turun ke lokasi dengan ikut memberangkatkan tim evakuasi.

Diberitakan sebelumnya, nasib nahas menimpa Jumiati, seorang karyawan harian PT. TH Indo Plantation.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved