Selasa, 28 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Mengubah Sampah Menjadi Rupiah

Setiap harinya, BS PPB menerima sekitar 250 kg hingga 300 kg sampah dengan omzet sekitar Rp 65 juta per tahun.

Editor: harismanto
Lambas Hutabarat, Manager Operasional Bank Sampah Pematang Pudu Bersih (BS PPB). 

Lambas menjelaskan, sekolah-sekolah yang menjadi nasabah mereka di antaranya PAUD/TK Sahabat Muslim Kelurahan Pematang Pudu, PAUD/TK Nur Iman Duri Barat, SDN 074 Balai Makam, SDN 051 Balai Makam, SMPN 1 Mandau, SMPS IT Mutiara Pinggir, SMAS IT Mutiara Pinggir dan SMAN 4 Mandau.

Seorang pelajar yang menjadi nasabah, lanjut Lambas, bisa memperoleh tambahan uang saku Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu dari pengumpulan sampah-sampah non-organik. “Namun, yang terpenting adalah bagaimana mereka belajar bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan kita," tambah Lambas.

Dengan pengelolaan sampah yang mencapai lima ton per bulan, BS PPB bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis untuk menjadikan BS PPB menjadi Bank Sampah Induk tingkat kabupaten. Untuk sosialisasi ke sekolah-sekolah, BS PPB bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis. BS PPB pernah dijadikan rujukan Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis menjadi nara sumber dalam pelatihan pengelolaan sampah organik yang memiliki nilai ekonomi bagi karang taruna dari 23 desa se-kabupaten Bengkalis.

Mengubah Sampah agar Bernilai Ekonomis

Perkembangan pesat BS PPB tidak lepas dari pendampingan yang diberikan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) dan Yayasan Kreatif Usaha Mandiri Alami (KUMALA). Kedua lembaga tersebut merupakan mitra pelaksana yang digandeng oleh PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) untuk menjalankan program bank sampah.

Bank sampah adalah salah satu program unggulan dari PRISMA, singkatan dari Promoting Sustainable Integrated Farming, Small Medium Enterprise Cluster and Microfinance Access, yang dijalankan oleh PT CPI di sekitar wilayah operasinya. Program PRISMA bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kondisi sumber daya alam dan lingkungan, dan peningkatan sumber daya manusia. Ruang lingkup sektor program meliputi pertanian/perkebunan, peternakan, wirausaha, keuangan mikro, air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat, serta pusat pelayanan usaha kecil.

Sejak diluncurkan pada Januari 2015, Program PRISMA di Riau telah menjangkau lebih dari 2.100 petani dan pelaku usaha mikro secara langsung. Para peserta program berasal dari 41 kelompok yang tergabung dalam 21 induk kelompok binaan.

Program PRISMA menerapkan strategi “Membuat pasar bekerja untuk petani dan pelaku usaha kecil”, yang menitikberatkan pada penyediaan fungsi pendukung, yaitu akses ke berbagai layanan termasuk akses ke pengetahuan, keterampilan, bahan baku, pasar dan hubungan antar pasar, teknologi, dan lain-lain. Sasaran program PRISMA meliputi petani, pelaku usaha mikro, serta kelompok-kelompok swadaya masyarakat yang tersebar di wilayah operasi PT CPI.

Selain pengembangan ekonomi lokal, fokus program-program investasi sosial PT CPI termasuk bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, rehabilitasi bencana, dan budaya.

Dalam program bank sampah, PT CPI menyediakan dana bergulir untuk pengadaan alat-alat pengolahan sampah dan biaya pelatihan bagi masyarakat. "Hasilnya, untuk pemanfaatan sampah menjadi kerajinan daur ulang, produk-produk nasabah kami banyak diminati konsumen," kata Lambas.

BS PPB melatih masyarakat membuat tas, tempat sepatu, tempat helm dari plastik kemasan. Kemudian, dari botol plastik bekas, dibuat bunga serta produk-produk untuk dekorasi rumah lainnya. Kain bekas dapat “disulap” menjadi hiasan dinding dengan menjahit sisa-sisa kain menjadi motif-motif yang disukai konsumen. Sampah plastik, kertas, kaca, dan lain-lainnya dapat diolah menjadi uang.

Pelatihan kepada nasabah dan masyarakat biasa diberikan melalui kegiatan pengajian ibu-ibu, kegiatan PKK, arisan ibu-ibu, di sekolah-sekolah serta di kantor Bank Sampah PPB sendiri. “Pelatihan kepada masyarakat dijalankan melalui Program PRISMA tersebut agar masyarakat lebih kreatif dalam menciptakan kerajinan dari bahan daur ulang,’’ imbuh Lambas.

Tidak hanya itu, daun pisang kering juga bisa diolah menjadi kertas yang disukai banyak peminat. Ada pembeli yang membeli kertas dengan motif sesuai pesanan. Ada juga yang menyenangi kotak perhiasan, kotak tisu dan lainnya yang sudah dilapisi kertas daur ulang tersebut.

Terus Perkaya Referensi untuk Inovasi

Sebagai pengelola bank sampah, para relawan BS PPB senantiasa memperkaya ilmunya dengan melakukan studi banding ke sejumlah bank sampah di kota-kota lain di Indonesia. Dengan begitu, mereka memperoleh banyak referensi untuk terus mendorong kemajuan dan inovasi BS PPB.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved