Baru Sekedar Petakan Persoalan Revitalisasi TNTN Tunggu Kebijakan Pemerintah Pusat

Ia beralasan jika tim Revitalisasi baru sekedar memetakan persoalan untuk disusun upaya penangganan persoalan.

ISTIMEWA
Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Kamis (12/1/2017) ditemukan dalam kondisi berasap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- September tahun 2017 lalu menjadi akhir kerja tim Revitalisasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Sela satu tahun tim bekerja, hingga kini, pasca tiga bulan lebih tim yang diangkat berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Nomor 4271/Menlhk-Setjen/Rokum/HPL.1/9/2016 tidak memberikan hasil.

Dalam SK tersebut setidaknya ada lima tugas yang dijalankan tim.

Di antaranya proses hukum terhadap para perambah yang mengubah kawasan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. Sampai saat ini tugas tersebut tak kunjung terlihat realisasinya.

Terhadap hal ini, Plt Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA ) Riau, Hariyono kepada Tribun mengaku tim Revitalisasi tidak ditugaskan untuk bertindak, melainkan sebagai persiapan bagi tim berikutnya yang akan dibentuk KLHK.

"Besok namanya Tim Implementasi, tim inilah yang akan bekerja," sebutnya.

Ia beralasan jika tim Revitalisasi baru sekedar memetakan persoalan untuk disusun upaya penangganan persoalan.

Baca: Romantisme Musik Kala Senja Tutup Jazz Bandar Bakau 2018

Baca: Korban Begal yang Dipukul Pakai Kayu di Bengkalis Meninggal Dunia, Pelaku Larikan Uang Rp 70 Juta

Jalan keluar atas perambahan kawasan TNTN menurutnya juga menjadi contoh untuk diterapkan di daerah lain, seperti Papua dan Kalimantan.

Halaman
12
Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved