Kamis, 7 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Tangis Sang Anak Pecah, Lama Mencari Ibunya yang Hilang, Saat Ditemukan Kondisinya Mengenaskan

Tangisnya pecah melihat potongan baju yang melekat di mayat perempuan yang ditemukan tewas mengenaskan tanpa kepala dan tangan

Tayang:
Editor: M Iqbal
Istimewa
Ilustrasi, penemuan mayat 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASURUAN - Hidayatullah (30) , warga Sambisirah, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur tak kuasa menahan haru.

Tangisnya pecah saat melihat beberapa potongan baju yang tertinggal dan melekat di mayat perempuan tanpa identitas yang ditemukan tewas mengenaskan tanpa kepala dan tangan di kawasan mangrove Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Kamis (18/1/2018) sore

Hidayat histeris saat mendatangi Kantor Polair Polres Pasuruan di dekat Pelabuhan Kota Pasuruan, Sabtu (20/1/2018) pagi.

TITIK TERANG : Kasatpolair Polres Pasuruan AKP Poerlaksono saat menenangkan Hidayatullah (tengah) yang mengaku anak dari mayat perempuan yang ditemukan tewas tanpa kepala dan tangan di kawasan mangrove kamis lalu.
TITIK TERANG : Kasatpolair Polres Pasuruan AKP Poerlaksono saat menenangkan Hidayatullah (tengah) yang mengaku anak dari mayat perempuan yang ditemukan tewas tanpa kepala dan tangan di kawasan mangrove kamis lalu. (Surya/Galih Lintartika)

Beberapa kali, Hidayatullah tak kuasa menahan tangisnya.

Emosinya pecah, apalagi saat melihat celana dalam orang tuanya.

Ia sangat yakin bahwa itu jenazah itu adalah ibunya, Solihati yang hilang sejak 7 Nopember 2017.

"Lihat dasternya saja saya sudah yakin, apalagi saat melihat celana dalamnya. Saya tambah yakin sekali," katanya.

Hidayat, sapaan akrabnya, mengaku sangat kangen dengan ibunya. Ia sudah lama mencari ibunya.

Kata dia, ibunya ini meninggalkan rumah tanpa kabar.

Padahal, sebelum meninggalkan rumah, sang ibu pamitan mau ke rumah saudaranya di Kota Pasuruan.

"Pamitannya bukan ke saya, tapi ke ponakannya. Kalau pamitan ke saya, pasti akan saya antar. Ibu saya itu sudah tua, usianya 60, daya ingatnya sudah berkurang. Dia juga seperti orang linglung dan gak inget apa - apa kadang ," tambahnya.

Jangankan mengingat rumah saudaranya, kata dia, mengingat nama anak dan cucunya pun, ibunya terkadang sudah lupa.

"Saya sangat sedih tapi juga seneng. Senengnya akhirnya ibu saya ditemukan meski bukan dalam kondisi yang saya inginkan," imbuh dia.

Kasatpolair Polres Pasuruan AKP Poerlaksono mengatakan, pihak keluarga sangat meyakini bahwa itu adalah ibunya yang lama hilang. Kata dia, saat ini, pihaknya sedang mengumpulkan beberapa bukti.

Sementara ini, pihaknya sedang memproses pemulangan mayat korban yang ada di RS Pusdik Bhayangkara Porong.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved