Dumai
Dinas Kesehatan Dumai Temukan 2 Warung yang Buat Sendiri dan Jual Bakso Campur Boraks
Kapolres Dumai, AKBP Restika PN mengatakan bahwa pihak kepolisian sudah mengerahkan tim untuk mengusut temuan ini.
Penulis: Fernando | Editor: Afrizal
Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang
TRIBUNDUMAI.COM,BUKITKAPUR- Pihak Dinas Kesehatan Dumai tak saja menemukan mie dan mie ayam mengandung boraks di sejumlah warung bakso di Kota Dumai.
Mereka juga menemukan bakso yang bercampur boraks.
Pengelola warung mengaku membuat sendiri bakso bercampur boraks.
Mereka menemukan dua warung bakso yang menjual bakso dengan kandungan boraks.
Ia menyebut bahwa mayoritas pedagang memang meramu sendiri baksonya.
"Kalau bakso ada yang mereka buat sendiri. Kita sudah beri teguran agar tidak mencampur bakso dengan Boraks," tegas Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, Paisal kepada Tribun, Rabu (31/1/2018).
Baca: Jangan Lewatkan! Tips Abadikan Fenomena Super Blue Blood Moon dengan Smarphone
Baca: LIVE: Pemantauan Gerhana Bulan oleh Komunitas Astronomi Pekanbaru
Baca: Hendak Dipenjara 12 Tahun Atas Tuduhan Pemerkosan, Pria Ini Tunjukkan Bukti Pesan Ancaman
Kapolres Dumai, AKBP Restika PN mengatakan bahwa pihak kepolisian sudah mengerahkan tim untuk mengusut temuan ini.
Pihak kepolisian bersama tim gabungan ikut memeriksa kondisi di lokasi temuan.
"Kita sudah lacak lokasinya," ulas Restika terpisah.
Diberitakan sebelumnya, nama sejumlah warung bakso dan kantin sekolah di Kota Dumai yang terindikasi mengandung boraks mendadak muncul di media sosial.
Tribun mendapatinya di laman Facebook dan grup Whats App.
Pada kedua lini massa itu terdapat nama jelas sembilan warung bakso di Kota Dumai yang diduga menjual mie, mie ayam dan bakso mengandung boraks.
Ada juga sebelas daftar kantin sekolah yang menjual mie kuning, kerupuk dan lontong yang mengandung boraks.
Pihak Dinas Kesehatan Kota Dumai tidak menampik daftar itu.
Mereka mengaku daftar itu adalah hasil pemeriksaan Tim Dinas Kesehatan Dumai bersama pihak terkait pada Desember 2017 lalu.
Temuan ini setelah menelusuri sejumlah warung bakso dan kantin di sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, Paisal mengaku sedang menelusuri penyebar daftar itu.
"Ini sedang kami lacak yang menyebarkannya. Kami bakal telusuri," terang Paisal kepada Tribun, Rabu (31/1/2018).
Kepala Dinas Kesehatan Dumai, Paisal mengimbau agar masyarakat jangan panik.
"Jadi masyarakat jangan panik. Temuan ini tetap menjadi pantauan Dinas Kesehatan Dumai dan tim gabungan," papar Paisal.
Menurutnya, pihak dinas dan tim gabungan sudah menelusuri produsen mie kuning yang bercampur Boraks.
Mereka menggeledah pabrik mie kuning rumahan di kawasan Jalan Ratusima.
Mereka sudah memberi sanksi administrasi kepada produsen mie kuning itu.
Paisal memastikan mie yang berasal dari produsen rumahan sudah aman.
Tim sudah lakukan pemeriksaan.
Ia tetap mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur mie atau bakso dengan harga murah.
Ia juga mengingatkan orangtua agar lebih mengawasi jajanan anak-anaknya.
Ia menyebut orangtua mesti selektif terhadap jajanan anak.
Ada potensi anak mengkonsumsi makanan mengandung pengawet makanan yg berbahaya.
Pihak dinas juga berulang kali menyurati dan mengawasi kantin di luar areal sekolah.
"Pihak sekolah juga harus melakukan pembinaan dan pengawasan melalui puskesmas dan guru UKS," terangnya.(*)