Senin, 27 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Info Bumi Lancang Kuning

Ini Kecamatan Yang Paling Banyak Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Dumai

Januari hingga Juni 2025, ada 58  kasus gigitan HPR  pada manusia, lebih dari setengah terjadi di Kecamatan Bukit Kapur. 

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Sesri
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau serta Suargaloka Camari Shelter menggelar vaksinasi rabies gratis dalam memperingati Hari Rabies Sedunia, yang dipusatkan Suargaloka Camari Shelter, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru,  Jumat (7/10/2023). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - ‎ Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Dumai, mencatat ada puluhan  kasus gigitan hewan penular rabies (HPR)  pada masyarakat Dumai, ‎hingga semester pertama tahun 2025 ini.

Kepala DKPP Dumai, Mukhlis mengimbau kepada masyarakat yang memiliki hewan peliharaan anjing atau kucing diimbau untuk memberikan vaksin pada hewan peliharaannya.

Menurutnya  rabies tidak bisa dipandang sebelah mata atau disepelekan, karena penularan penyakit rabies akibat gigitan hewan anjing maupun kucing bisa berakibat fatal, bahkan bisa menimbulkan kematian. 

Mukh‎lis menerangkan untuk kasus gigitan HPR itu terbanyak berada di Kecamatan Bukit Kapur, yang mana 36 Kasus, tentunya ini menjadi perhatian bersama. 

Diakuinya, melihat tingginya kasus gigitan HPR di Bukit Kapur, DKPP memberikan perhatian khusus HPR dan mengimbau warga sekitar agar waspada.

Dirinya menjelaskan, bahwa hingga semester pertama 2025, atau Januari hingga Juni 2025, ada 58  kasus gigitan HPR  pada manusia, lebih dari setengah terjadi di Kecamatan Bukit Kapur. 

"Hingga Juni 2025 ada 58  kasus gigitan, mulai dari Anjing, kucing, dan monyet di kota Dumai, namun dari 58 kasus gigitan tersebut, tidak ada satupun yang terkena Rabies," katanya, Selasa (26/8/2025).

Baca juga: Kasus Rabies Gegerkan Warga Pekanbaru, Dinas PKH Riau Buka Vaksinasi Gratis Hingga September 2025

Baca juga: Penting! Ini yang Harus Dilakukan Ketika Digigit Hewan Rabies, Menit-menit Awal Sangat Menentukan

Untuk mencegah penularan rabies melalui gigitan hewan peliharaan, tambah Mukhlis  pihaknya telah melakukan vaksinasi terhadap 576 hewan peliharaan, mulai dari kucing, anjing hingga monyet.

Menurutnya, vaksin Rabies terhadap kucing dan anjing milik warga Dumai, ini sebagai salah satu langkah mencegah terjadinya penularan Rabies dari kucing atau anjing kepada manusia. 

Dirinya mengaku, Vaksinasi Rabies kucing dan anjing telah mencapai  576 ekor , dengan rincian kucing sebanyak 434 ekor, anjing 138 ekor serta monyet atau kera 4 ekor sehingga   sebanyak 576 ekor HPR sudah  disuntik rabies. 

Ia berharap 576  dosis yang disuntikan ke anjing dan kucing serta monyet di kota Dumai, bisa mencegah terjadinya penularan rabies kepada manusia. 

Mukhlis  berharap, masyarakat yang memiliki ‎hewan peliharan seperti anjing dan kucing untuk rutin melakukan pengecekan kesehatan, dan yang terpenting kebersihan kandang harus dijaga. 

"Suntik rabies gratis tanpa dipungut biaya, jadi Silahkan datang ke kantor atau hubungi dokter hewan Kami," ujarnya.

Gejala rabies pada hewan bisa sangat mencolok, terutama saat virus sudah menyerang sistem saraf pusat. 

Berikut adalah beberapa tanda umum hewan yang terkena rabies:

Gejala Rabies pada Hewan

  • Perubahan perilaku drastis Hewan yang biasanya jinak bisa menjadi agresif, atau sebaliknya—hewan liar bisa tampak sangat jinak.
  • Hiperaktif atau gelisah berlebihan Hewan tampak tidak tenang, sering bergerak tanpa arah, atau menunjukkan tanda stres.
  • Mengeluarkan air liur berlebihan (hipersalivasi) Ini karena gangguan pada sistem saraf yang mengontrol otot-otot mulut dan tenggorokan.
  • Takut air (hidrofobia) Hewan tampak enggan minum atau bahkan mendekati air, karena menelan menjadi sangat menyakitkan.
  • Menyerang tanpa provokasi Hewan bisa menggigit benda, hewan lain, bahkan manusia tanpa alasan jelas.
  • Lumpuh atau kehilangan koordinasi Terjadi gangguan motorik, seperti berjalan sempoyongan atau tidak bisa bangkit.
  • Koma dan kematian Jika tidak ditangani, rabies akan menyebabkan kerusakan otak fatal

‎Tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved