Sabtu, 9 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ternyata, Dibalik Film Black Panther, Ada Cerita yang Kelam dan Seram

Cara Black Panther duduk dan meletakkan kedua tangan di lengan kursi disebut menyerupai gambar pria yang mencengkram 2 senjata.

Tayang:
istimewa/ Kolasi TribunPekanbaru.com
Black Panther 

Menjadi rahasia umum bila nyawa orang Kulit Hitam tidak terlalu penting dibanding dengan orang Kulit Putih.

Black Panther
Black Panther ()

Polisi memandangi mereka dengan penuh rasa curiga dan sejuta prasangka buruk.

Para anggota Black Panther Party beserta logo kebanggaan | JSTOR Daily

Pelabelan seperti sampah masyarakat, ras kelas dua, pengedar narkoba, serta beragam kebencian bahkan kejijikan, diasosiasikan kepada orang Kulit Hitam.

Sesat pikir semacam itu membuat BPP membentuk apa yang kemudian dinamakan 10 program pokok Black Panther.

Keseluruhan isi bernapas kesetaraan di antara orang Kulit Putih dan Kulit Hitam baik di ranah sosial maupun politik.

Baca: NYATA di Indonesia, Gegara Tebang Pohon Durian Nenek 92 Tahun dan 6 Anaknya Dipenjara

Meski punya cita-cita luhur, Black Panther Party akhirnya membubarkan diri di tahun 1982. 

Jika merujuk jagoan fiksi yang muncul di Marvel Comics, Black Panther hadir pertama kali di Fantastic Four edisi ke-52 tepatnya pada Juli 1966.

Ini berarti, tokoh yang ajek memakai kostum serba hitam lebih dulu hadir ketimbang BPP.

Polisi AS mengerubungi orang Kulit Hitam | parstoday.com
Polisi AS mengerubungi orang Kulit Hitam | parstoday.com ()

Baca: Sosok Julianto Tio, Good Friend di Balik Perceraian Ahok-Veronica

Akan tetapi berdasarkan versi filmnya, sejumlah pihak menuduh karya ini 'terlalu hitam' dan 'terlalu militan'.

Dikutip wartawan Grid.ID dari Newshub, ada berbagai sentimen serupa, bahkan dengan hinaan yang jauh lebih parah seperti menyertakan kata 'Nig**'.

Black Panther dalam MCU adalah film pertama dengan tokoh utama orang Kulit Hitam, banyak pemeran Kulit Hitam, dan sutradara Kulit Hitam.

Bagi pihak yang mengembar-gemborkan kesetaraan, tentu ini adalah sebuah kemajuan.

Namun tanggapan negatif akan keluar dari kepala rasis, sama seperti saat kacamata misoginis mereka dipakai untuk melihat lakon utama Wonder Women yang merupakan perempuan dan disutradari oleh perempuan.

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved