Selasa, 7 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

50 Pembangkit Listrik Sudah Dibangun di Daerah Pedalaman

Pembangkit listrik terbanyak yang dibangun Pemprov tersebut bersama PLN yakni PLTS

Penulis: Nasuha Nasution | Editor:
TribunPekanbaru/mayonal putra
Staf Kementrian ESDM dan pihak Distamben Siak meninjau modul solar sel di PLTS Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Siak, Senin (9/11/2015) 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalami sudah membangun 50 pembangkit listrik bagi daerah yang tidak terjangkau PLN di Riau. Pembangkit ini tersebar di seluruh Kabupaten/Kota.

Pembangkit listrik terbanyak yang dibangun Pemprov tersebut bersama PLN yakni Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu yang dianggap sangat efektif bagi daerah di pedalaman.

"Jadi total semuanya ada 50 Pembangkit yang sudah terbangun bagi masyarakat yang tidak bisa dijangkau PLN, ini sudah dimulai sejak 2012 lalu, "ujar Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau Indra Agus Lukman kepada Tribun Selasa (6/2).

Menurut Indra Agus anggaran untuk pembangunan ini merupakan anggaran APBN, APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Program ini dikhususkan bagi daerah terisolir di Riau.

"Kenapa PLTS karena lebih mudah dan lebih efisien. Masyarakat hanya dipungut untuk pemeliharaan. Bahkan dengan adanya dana desa sekarang ini bisa membantu pemeliharaan Pembangkit itu, "ujar Indra Agus.

Menurut Indra pihaknya di ESDM akan berkordinasi terus dengan PLN, dimana jika PLN tidak bisa jangkau dalam pengadaan jaringan dan lainnya maka yang bertanggungjawab adalah Pemprov Riau.

"Pembangkit yang kami bangun khusus masyarakat yang selama ini tidak terjangkau PLN. Sebagaimana target kami tahun 2019 ini akan teraliri semua desa yang masih gelap selama ini, "ujar Indra Agus.

Indra Agus juga menambahkan saat ini yang masih terparah daerah belum Teraliri listrik ada di Kabupaten Indragiri Hilir disusul kemudian Kabupaten Kepulauan Meranti. Namun tahun ini melalui DAK yang jumlahnya Rp34 Miliar juga prioritas pembangunan pembangkit dan jaringan listrik di daerah pelosok tersebut.

"Seperti kemarin pembangunan pembangkit PLTS terpadu di Desa Beting Kabupaten Kepulauan Meranti, dan sebelumnya di Inhil, yang jelas target kami bersama PLN tahun depan 100 persen Riau bebas gelap, "ujarnya.

General Manager PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) M Irwansyah Putra mengakui banyak tantangan yang dihadapi PLN dalam upaya melistrik desa-desa di Riau, seperti yang terjadi di Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti.

"Hampir semua sisa desa yang belum berlistrik untuk pengiriman peralatan listrik melalui bantaran sungai dan anak sngai Indragiri," jelas Irwansyah kepada Tribun Selasa (6/2).

"Sarana jalan menuju desa untuk mengangkut peralatan listrik seperti tiang, trafo distribusi, kawat penghantar 20 kV sangatlah minim," imbuh Irwansyah.

Kendala lain lanjut Irwansyah terkait ijin penebangan pohon yang akan dilewati jalur listrik cukup berbelit, bahkan PLN kesulitan untuk mendapatkan ijin, disamping permasalahan yang lain seperti perlu adanya penambahan mesin pembangkit karena desanya terpisah-pisah serta belum ada satupun Gardu Induk 150 kV di kabupaten, seperti di Indragiri Hilir.

“Kami membutuhkan waktu hingga 45 hari untuk memindahkan 1.500 tiang dari perairan sungai Indragiri Hilir ke lokasi 13 desa di 7 kecamatan. Tiang-tiang itu untuk menopang 90 kilometer sirkit jaringan yang kami bangun," ujar Irwansyah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved