Di Balik Rasanya yang Manis, Kue Keranjang Punya Pantangan dalam Proses Pembuatannya

Bentuknya yang bulat bermakna agar keluarga dapat terus bersatu, rukun dan bulat tekad.

Penulis: Efrem Limsan Siregar | Editor: Efrem Limsan Siregar
Kompas.com
Kue Keranjang 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kue keranjang adalah salah satu panganan dan sudah menjadi tradisi dalam perayaan Tahun Baru Imlek.

Nama lainnya adalah kue tahunan, sebab dia memang dibuat pada masa menjelang imlek.

Bentuknya yang bulat dan rasa manisnya menyimpan makna filosofis yang dalam.

Baca: Heboh Pernikahan Sedarah, Saat Yuli Tidur Suami Keluar Lewat Jendela, Tahunya ke Rumah Sang Adik

Sebelum sampai pada makna filosofisnya, ketahui terlebih dahulu sejarahnya.

Page FB Big Family of Liau Oe-Bogor pernah menerangkan sejarah kue keranjang dalam postingannya.

Kue keranjang mempunyai nama asli Nian Gao (年糕) atau dalam dialek Hokkian, Ti Kwe (甜棵).

Kata Nian sendiri berarti tahun dan Gao berarti kue (糕) dan juga terdengar seperti kata tinggi (高).

Baca: Berikut Fakta dan Resiko Perkawinan Sedarah: Tidak Hanya Didunia, Di Gorontalo Jadi Tradisi

Karena itu kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat.

Makin ke atas susunan kue makin mengecil, yang memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran.

Di Tiongkok, ada kebiasaan terlebih dahulu menyantap kue keranjang sebelum menyantap nasi saat Imlek.

Ini sebagai bentuk pengharapan agar dapat selalu beruntung dalam pekerjaannya sepanjang tahun.

Dalam sejarahnya, kue keranjang dipercaya ditujukan sebagai hidangan untuk menyenangkan dewa Tungku (竈君公 Cau Kun Kong) agar membawa laporan yang menyenangkan kepada raja Surga (玉皇上帝 Giok Hong Siang Te).

vandaanindita
instagram.com/vandaanindita

Baca: Terkait Pernikahan Sedarah, Ini Pernyataan Ketua IKBR Duri

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved