Rabu, 15 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Geger, 25 Siswi SMP Jadi Korban Pelecehan Oleh Gurunya, Modusnya Rukiyah

Pihaknya mendapatkan laporan adanya dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak di bawah umur.

istimewa
Sebanyak 25 murid SMPN 6 Jombang, Jawa Timur, dilaporkan menjadi korban pelecehan seksual oleh gurunya sendiri.(KOMPAS.com/Moh. Syafii) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebanyak 25 murid SMPN 6 Jombang, Jawa Timur, dilaporkan menjadi korban pelecehan seksual oleh gurunya sendiri.

Kepolisian Resort Jombang masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto mengungkapkan, pihaknya mendapatkan laporan adanya dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak di bawah umur.

"Dugaan awal, ini kasus pelecehan seksual. Ulah dari oknum guru yang tidak bertanggung jawab," katanya, Senin (12/2/2018).

Berdasarkan laporan sementara, terdapat sedikitnya 25 anak dari SMPN 6 Jombang yang diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum guru di sekolah tersebut.

Baca: Heboh Pernikahan Sedarah, Saat Yuli Tidur Suami Keluar Lewat Jendela, Tahunya ke Rumah Sang Adik

Baca: Vakum dan Tak Berkontribusi Bagi Daerah, Utang Pajak PT RAL Membengkak Sampai Rp 170 Miliar

"Kami dapat laporan dua puluh lima (korban)," ujar Agung.

Untuk menuntaskan penanganan kasus tersebut, dia meminta para korban bersama wali murid masing-masing memberikan keterangan jelas kepada polisi untuk mempermudah proses penyidikan.

"Kami berjanji akan menuntaskan kasus ini. Ini bukan delik aduan, tapi untuk memudahkan dan mempercepat proses penyelidikan kami minta proaktif dari korban dan wali murid," katanya.

Kepala SMPN 6 Jombang Suprayitno mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima pihak sekolah, ulah tidak terpuji dari salah satu guru berinisial EA terhadap anak didiknya, terjadi sejak 7 bulan lalu.

Namun, kasus itu baru terbongkar beberapa hari kemarin.

Ulah EA terhadap para muridnya, ungkap Suprayitno, terjadi di sejumlah tempat dan waktu yang berbeda.

Baca: Lagi, KPK Tangkap Tangan 14 Pejabat Lampung Tengah karena Dugaan Ini

"Ada yang di luar jam pelajaran, ada yang di tenda," katanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved