Sariawan Gunakan Albothyl? Dokter Ini Ungkap Ada Pasien Meninggal, Begini Penjelasannya
Seorang dokter gigi, Widya Apsari, sejak tahun 2014 sudah membeberkan tentang bahaya penggunaan Albothyl di akun Twitternya.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Beredar surat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menyatakan bahwa kandungan Policreculen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat 36 persen tidak terbukti secara ilmiah sebagai obat luar.
Kandungan ini diduga yang terdapat dalam produk Albothyl. Produk banyak digunakan masyarakat sebagai obat sariawan dan oral.
Namun, menurut BPOM penggunaan obat ini berisiko atau berbahaya jika tidak diencerkan terlebih dahulu.
Risiko dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat 36 persen tidak boleh beredar lagi.
Beredarnya surat ini tentu menimbulkan reaksi luas di masyarakat, apalagi Albothyl yang memiliki kandungan ini susah beredar luas dan dalam waktu yang lama di masyarakat.
Baca: Terciduk Kasus Narkoba, Roro Fitria Pernah Blak-blakan soal Tarif Sewa Dirinya Rp 60 Juta Sekali
Baca: Memiliki Sabu 2,4 Gram, Roro Fitria Dicidiuk, Begini Kronologi dan Ancaman Pidananya
Menanggapi hal ini Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan bahwa surat tersebut adalah benar.
"Untuk sementara jangan gunakan dahulu. Dalam waktu dekat kami akan melakukan klarifikasi mengenai Albothyl," ujar Penny saat ditemui di Jelambar, Jakarta, Kamis 15 Februari 2018, seperti dilansir dari Viva.co.id.
BPOM juga mengatakan bahwa kasus ini masih dalam proses penyidikan dan belum ada langkah penindakan.
Seorang dokter gigi, Widya Apsari, sejak tahun 2014 sudah membeberkan tentang bahaya penggunaan Albothyl di akun Twitternya.
Baca: Selain Tanjakan Emen, Ini 3 Kisah Netizen yang saat Kecelakaan, Warga Sekitar Malah Asyik Merekam
Baca: Bikin Bergidik, Pengakuan Penjaga Makam Setelah Penguburan Jasad Emah dan 2 Anaknya
Widya merasa harus mengungkapkan pengetahuannya tentang Albothyl karena produk ini sangat gencar dalam melakukan promosi.
Ia menceritakan tentang seorang pasien yang telah meninggal akibat kanker parah di bagian mulutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/albothyl_20180215_154651.jpg)