Kabar Gembira Bagi yang Belum Punya Rumah! Saat Ini Ada Bantuan Uang Muka, Baca Penjelasannya!
DPD Apersi menggelar rapat pleno Kamis (22/2/2018). Acara ini sengaja dibagi dalam tiga sesi.
Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syafruddin Mirohi
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - DPD Assosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Provinsi Riau, menggelar rapat pleno diperluas mengenai KPR dan aturan tahun 2018, program satu pintu penyambungan baru dengan PLN, serta proses di perbankan bersama BTN, BNI dan PLN, di Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (22/2/2018) petang kemarin.
Acara ini dipimpin langsung Ketua DPD Apersi Provinsi Riau Ir Yulekson, Sekretaris M Nur dan Bendahara Ir Arifin Syah bersama puluhan pengembang, Deputi Branch Manager BTN Cabang Pekanbaru, Rudianto, perwakilan BNI Pekanbaru M Suhindra, Perwakilan PLN Area Pekanbaru Sofyan dan Novrizal.
Ketua DPD Apersi Provinsi Riau Ir Yulekson mengatakan, acara ini sengaja dibagi dalam tiga sesi, yakni sesi pertama dengan BTN, sesi kedua dengan PLN dan sesi ketiga dengan BNI.
"Kita bahas ini, menyikapi tentang regulasi KPR subsidi tahun 2018. Baik itu dari spesifikasi yang ditentukan Kementerian PUPR. Ini juga untuk persiapan Rakor Pemetaan Dari Kementerian PUPR pada 27 Februari mendatang," terangnya.
Dijelaskannya, rapat pleno ini juga digelar karena ada target DPP Apersi, terkait adanya keluhan yang masuk ke DPD Apersi Riau, mengenai terdaftar di sistem sistem registrasi (sireg). Seperti diketahui, data sireg ini sudah konek dari kementerian ke pemberi kredit.
"(Sireg) ini syarat utama, kalau tak ada sireg, pengembang tak bisa bekerjasama dengan bank," tambahnya. Di DPD Apersi sendiri kini pengembang yang konsentrasi bermain di rumah subsidi sebanyak 78 pengembang, dari 106 yang terdaftar.
Karenanya, tahun 2018 ini, DPD Apersi Riau mematok target untuk rumah subsidi sekitar 9.000 unit. Sekarang target itu sudah melampaui batas, yakni 9321.
"Sebenarnya sudah melampaui target 9.000. Ini masih belum terdata semua," katanya.
Dengan kondisi ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang belum punya rumah, saat ini ada subsidi dari pemerintah bantuan uang muka Rp 4 juta, dengan pemberlakuan DP dari bank 5 persen.
"Sementara kan harga rumah subsidi sekarang Rp 130 juta per unit. Karena ada bantuan dari pemerintah Rp 4 juta, berarti masyarakat hanya butuh Rp 2,5 juta untuk DP-nya, dapat rumah," terangnya
Sementara itu, Manager Kredit BNI Pekanbaru M Suhindra menjelaskan, bahwa pengembang di Riau, lebih dari 50 persen bermain di subsidi.
Makanya, fokus pihaknya memberikan gambaran ke pengembang dalam acara tersebut, untuk meluruskan informasi di lapangan yang bersileweran.
Terutama terkait aturan dari Kementerian PUPR secara umum sama. Baik itu masalah DP, bunga dan sebagainya.
"Jelas, subsidi dari pemerintah Rp 4 juta, bunga 5 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/rapat-pleno-apersi_20180223_120857.jpg)