Sabtu, 11 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Terkuak, Ini Tugas ''Sniper'' Kelompok Muslim Cyber Army

Terungkap, kelompok penyebar hoaks Muslim Cyber Army atau MCA memiliki beberapa divisi. satu yang disoroti adalah tugas "Sniper MCA".

Editor: Sesri
Wartakota/Mohamad Yusuf
Jaringan Muslim Cyber Army di Bareskrim Polri Rabu (28/2/2018) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA -  Terungkap, kelompok penyebar hoaks Muslim Cyber Army atau MCA memiliki beberapa divisi. 

Dalam menjalankan perannya masing masing, satu yang disoroti adalah tugas "Sniper MCA".

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran menjelaskan Sniper dari kelompok tersebut akan memutarbalikkan fakta yang ada bahkan menurunkan berita berita mengenai penegakan hukum di media sosial.

"Bahkan sniper ini akan "take down" berita soal gakum," jelasnya.

Sniper juga akan melakukan serangan terhadap kelompok lawan dengan cara membuat berita berita bohong yang kemudian dibagikan ke akun akun kelompok MCA lainnya.

"Mereka yang akan membagikan hasil editan dan berita ini ke akun akun lain," ungkapnya.

Lebih jauh dari itu, Ahli Digital Forensik, Ruby Alamsyah melihat tugas Sniper MCA cukup efektif. Apalagi, mereka juga akan menyebarkan virus langsung ke ponsel admin lawan.

Baca: Kasus Muslim Cyber Army, Fahri Hamzah Tag Akun Jokowi, Urus HRS aja Gak Sanggup

Dia menjelaskan sumber daya manusia dari MCA mampu untuk melakukan hal tersebut.

"Iya sniper ini mampu untuk mengirim virus ke telepon genggam admin suatu akun," kata Ruby.

Bukan hanya mengirim virus, Ruby mengatakan peran Sniper MCA, bisa beragam.

Sniper dinilai dapat menutup suatu akun media sosial, bahkan mengambil alih unggahan dari akun yang sudah direbut.

Jika awalnya, suatu akun media sosial mengunggah hal hal yang memojokkan isu dari MCA, ketika direbut, akan mengunggah hal yang sudah diputuskan Muslim Cyber Army. Tanpa menghapus unggahan sebelumnya.

Baca: Diincar Polisi, Anggota Inti Muslim Cyber Army Berinisial TM Diimbau Menyerahkan Diri

"Ya macam-macam caranya mereka itu. Kalau efektif atau tidak, saya tidak bisa bicara banyak. Tapi lihat saja di media sosial itu, banyak juga akun asli yang percaya dengan mereka. Atau lihat saja aktivitas mereka di pilkada 2017," tambahnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved