Pelalawan

Setelah Listrik Mati 72 Jam, DPRD Pelalawan Tinjau Pengolahan Limbah PT RAPP, Apa yang Terjadi?

Di lokasi itu tampak jelas indikator limbah cair yang diolah sesuai baku mutu dan dapat dipantau melalui alat khusus.

Setelah Listrik Mati 72 Jam, DPRD Pelalawan Tinjau Pengolahan Limbah PT RAPP, Apa yang Terjadi?
Tribupekanbaru/johanes
Komisi gabungan DPRD Pelalawan meninjau kanal air limbah PT RAPP, Selasa (20/3/2018) pascagangguan pembangkit listrik PT RPE 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Komisi gabungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan melakukan peninjauan terhadap kanal pengolahan limbah milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Selasa (20/3/2018).

Kunjungan dilakukan pascagangguan pembangkit listrik milik PT Riau Prima Energi (RPE) yang berada di komplek PT Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP) pekan lalu, mengakibatkan listrik padam selama 72 jam.

Sebab ada laporan dari masyarakat Desa Sering Kecamatan Pelalawan tentang adanya ratusan ikan mati pascapemadaman listrik yang diduga akibat pengolahan limbah perusahaan yang tak berfungsi.

Untuk memastikan hal itu, anggota dewan dari komisi I, II, dan III turun ke pengolahan limbah PT RAPP.

Baca: 8 Toko Emas Terbakar di Dumai, Pak De Kaget Saat Ada yang Teriak Padanya

Baca: Arif Juara Provinsi Sumatera Barat Melaju ke TOP 20 Liga Dangdut Indonesia, Sri Tersingkir

Pantauan tribunpelalawan.com di lapangan, rombongan tiba di titik pemantauan limbah cair yang sudah diolah perusahaan.

Di lokasi itu tampak jelas indikator limbah cair yang diolah sesuai baku mutu dan dapat dipantau melalui alat khusus.

Mulai dari PH dan kadar-kadar yang terkandung di dalamnya sebelum dialirkan ke kanal.

Halaman
1234
Penulis: johanes
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved