Kepulauan Meranti

Bukan Orang Jauh Ternyata Pria Inilah Ditangkap Polisi di Jakarta Setelah Nurul Ditemukan Tewas 

Pelaku melarikan diri ke Jakarta, dan berhasil diamankan di Jakarta Utara oleh aparat kepolisian.

Penulis: Ilham Yafiz | Editor: Afrizal
Tribupekanbaru/guruhbudiwibowo
Polisi melakukan identifikasi terhadap penemuan mayat yang ditemukan di semak belukar oleh pencari kerang di Jalan Tanjung Mayat, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebingtinggi. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

Pelaku Pembunuh Nurur Komariah Adalah Suaminya

Tribunpekanbaru.com,PEKANBARU- Pelaku pembunuhan Nurul Komariah, wanita yang jasadnya ditemukan di semak belukar di Jalan Tanjung Harapan, Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti diketahui sebagai  suami korban.

Pelaku berinisial RM alias Man dibekuk tim Eagle Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau di Jalan Ekor Kuning/Semut Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (1/4/2018) kemarin.

Tim Ditreskrimum Polda Riau bekerja sama dengan Reskrim Polres Meranti, dan diback up Polda Jawa Barat.

Kapolda Riau, Irjen Pol Nandang mengungkapkan jika pelaku curiga terhadap korban, melakukan perselingkuhan.

"Penyebabnya karena curiga dengan istrinya, kalau ada laki-laki lain atau selingkuhan. Tanpa ditanya dan apa-apa, diselesaikan dengan cara sendiri. Perbuatan melanggar hukum," ujar Kapolda, Senin (2/4/2018) usai peletakan batu pertama pembangunan Mapolda Riau di SPN Pekanbaru.

Baca: Ingat Jasad Wanita Ditemukan Saat Mencari Kerang? Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhnya di Jakarta

Baca: Makan Permen yang Dibeli di Warung, Ibu dan Anak di Selatpanjang Ini Positif Narkoba

Pelaku menghabisi nyawa korban seorang diri.

Pelaku melarikan diri ke Jakarta, dan berhasil diamankan di Jakarta Utara oleh aparat kepolisian.

Sebelumnya jasad korban ditemukan dengan sejumlah luka di tubuhnya.

Jasad ditemukan di belukar, tepatnya di Jalan Tanjung Harapan, Kelurahan Selatpanjang Kota Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada 25 Maret 2018 lalu.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode Proyek masih enggan mengungkapkan terduga pelaku yang menyebabkan kematian Nurul Komariah yang ditemukan warga meninggal di semak belukar Jalan Tanjung Harapan, Kecamatan Tebingtinggi pada Minggu (25/3/2018) sore kemarin.

La Ode beralasan, pihaknya masih mengumpulkan data-data yang mengarah kepada pelaku.

"Untuk menetapkan tersangkanya, kami masih mengumpulkan data-data terkait kasus kematian Nurul Komariah," ujar AKBP La Ode Proyek kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (28/3/2018).

AKBP La Ode Proyek juga mengatakan masih melacak keberadaan suami dari Nurul yang dicurigai abang Nurul, Ery Abuzar sebagai pelaku pembunuhan adik kandungnya tersebut.

"Kita masih melacak keberadaan suami korban (Nurul, red), hingga saat ini belum diketahui keberadaannya," ujar AKBP La Ode Proyek.

Terkait hasil autopsi terhadap jenazah Nurul oleh tim Forensik Dokkes Polda Riau pada Senin (26/3/2018) kemarin, La Ode mengungkapkan kematian Nurul disebabkan robeknya dinding jantung korban, sehingga menimbulkan pendarahan pada kandung atau selaput jantung.

"Robeknya dinding jantung korban diduga karena benturan benda keras di dada bagian tengah korban.

Seusai diotopsi, jenazah korban lansung dijemput keluarga korban untuk dikebumikan di kampung halamannya," ujar La Ode kepada tribunpekanbaru.com.

Baca: Iqbaal Balik ke AS Usai Film Dilan 1990, Ubah Penampilan jadi Gondrong, Netter:Tetap Ganteng!

Baca: Beri Kesaksian di Sidang First Travel, Syahrini: Setelah Ini Saya Mau Umrahkan Korban

Minggu (25/3/2018) sore, warga Jalan Tanjung Mayat, Kelurahan Selatpanjang, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti dihebohkan dengan adanya penemuan mayat di semak belukar.

Mayat berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan pertama kali oleh Tintin (29) warga setempat.

Tintin (29), mengatakan, awalnya ia bersama kedua keponakannya, Rahma (10) dan Sultan (7) sedang mencari kerang di sekitar lokasi tersebut.

Belum sempat ia mendapatkan kerang, ketiganya dikejutkan dengan adanya sesosok tubuh yang tergeletak dengan posisi terbaring miring di tanah.

"Saya dan kedua keponakan saya langsung kabur dan teriak minta tolong ke warga lainnya," ujar Tintin.

Tintin juga mengaku tidak mengetahui siapa sosok wanita tersebut, sebab ia tidak berani melihat lebih jauh.

"Begitu saya lihat adalah mayat, saya langsung kabur," ujarnya kepada tribunpekanbaru.com

Ada sejumlah luka yang terdapat di tubuh mayat perempuan yang ditemukan warga di Jalan Tanjung Mayat, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kabupaten Kepulauan Meranti pada Minggu (25/3/2018) sore.

Di kening mayat tersebut terdapat luka robek yang menganga, sedangkan luka lebam terlihat di bagian pipi sebelah kiri dan bibir.

Tidak hanya itu, luka goresan juga ditemukan di bagian pinggang mayat.

Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti, Kompol Joni Narta saat ditemui di sela-sela identifikasi mengatakan, untuk mengetahui penyebab kematian pihaknya membutuhkan hasil visum dari dokter.

"Mayatnya baru saja dievakuasi ke RSUD Meranti untuk divisum, kami tidak bisa memperkirakan penyebab kematian tanpa ada hasil visum," ujar Kompol Joni Narta.

Ia hanya mengatakan, dalam identifikasi yang dilakukan Polres Kepulauan Meranti, mereka mengamankan sejumlah benda yang diduga milik mayat tersebut.

Benda-benda tersebut kata Joni adalah sendal berwarna hitam, tas sandang berwarna hitam dan penjepit rambut berwarna merah berhias manik-manik kaca.

"Saat dilakukan identifikasi, kami tidak menemukan kartu identitas milik mayat wanita tersebut," ujarnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved