Kepulauan Meranti
Wow, Nilai Jual Lahan di Selatpanjang Hampir Rp 800 Ribu Per Meter
Lahan yang memiliki nilai jual tertinggi pasca ditetapkannya NJOP baru tersebut terdapat di Jalan Tebingtinggi, Selatpanjang Kota.
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Muhammad Ridho
Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh BW
TRIBUNPEKANBARU.COM,SELATPANJANG - Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Edi Suhairi mengatakan, penyesuaian NJOP hanya dilakukan pada lahan saja.
Menurut Eri, pasca penetapan NJOP tersebut, nilai jual lahan di sejumlah kawasan Kecamatan Tebingtinggi berubah drastis.
Lahan yang memiliki nilai jual tertinggi pasca ditetapkannya NJOP baru tersebut terdapat di Jalan Tebingtinggi, Selatpanjang Kota.
Nilai jual lahan di kawasan tersebut mencapai Rp788 ribu per meternya.
Baca: Hari Ketujuh Operasi Patuh Polres Bengkalis Banyak Tilang Pengendara di Bawah Umur
Baca: Cegah Karhutla, KLHK Mulai Gelar Patroli Terpadu Fase II di Provinsi Riau
Di urutan kedua, nilai jual lahan tertinggi terdapat di kawasan Jalan Imam Bonjol, Teuku Umar dan Diponegoro.
"Di ketiga kawasan tersebut nilai jual lahannya mencapai Rp670 per meternya," ujar Eri kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (2/5/2018).
Sedangkan posisi ketiga kawasan yang mulai lahannya paling tinggi terletak di Jalan Merdeka, dengan harga Rp570 per meternya.
Sedangkan posisi keempat nilai jual lahan tertinggi terletak di Jalan Kartini, dengan nilai jual sebesar Rp400 ribu per meternya.
"Lahan yang nilai jualnya paling murah di Kecamatan Tebingtinggi terdapat di Jalan Kubur Baru. Di kawasan tersebut NJOP-nya hanya Rp96 ribu per meter," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-lahan-kosong-tanah-ilalang_20180207_170550.jpg)