Pegiat Makanan Organik Berbagi Ilmu di Pekanbaru Secara Gratis
Penjelasan perihal manfaat makanan organik ini akan dibahas tuntas dalam seminar yang digelar Jumat (11/5/2018)di Pekanbaru.
Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Budi Rahmat
Laporan Nasuha Nasution
TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU- Makanan dan sumber budidaya Non Organik menggunakan banyak kimia seperti Pestisida, dimana akan menimbulkan efek jangka panjang bagi kesehatan tubuh.
Kekhawatiran ini menjadi atensi pemerhati makanan organik di Pekanbaru sehingga menilai diperlukan pemahaman tentang arti penting makanan organik bagi kesehatan tubuh hingga bermanfaat bagi kecantikan.
Baca: Yusril: Pak Jokowi Harus Jadi Wakil Presiden, Saya Calon Presidennya
Penjelasan perihal manfaat makanan organik ini akan dibahas tuntas dalam seminar yang digelar Jumat (11/5/2018) bertempat di Hotel Aryaduta, Pekanbaru.
Disponsori oleh Shopatverde.com, bumimarket.com dan Neo Fitness, klinik kecantikan dr Novy dan Sorghum dari Jakarta.
Informasi tersebut disampaikan Owner Shopatverde.com dan bumimarket.com Arsilia yang merupakan pegiat makanan organik di Riau. Menurutnya akan digelar dua kegiatan perihal manfaat makanan organik di Pekanbaru untuk umum dan tidak dipungut biaya.
Baca: KPU Samakan Persepsi dengan KPID dan Bawaslu, Terkait Penayangan Iklan Pilgubri 2018
"Dibagi 2 sesi. Pertama ialah seminar cara penanganan Autisme yang benar termasuk dengan cara menjaga makanan/diet anak autis melalui diet CFGF dan sumber makanan tanpa kimia," ungkap Arsilia.
Kegiatan pertama ini digelar Jumat (11/5/2018) di Balroom Hotel Aryaduta pukul 13:30-15:00 WIB. Dilanjutkan dengan kegiatan pada sesi kedua tentang manfaat makanan yang organik bagi tubuh, kesehatan dan kecantikan pada pukul 15:30-17:00 WIB.
Baca: Pernah Simpan di Dompet? Inilah 9 Kesalahan yang Kerap Dilakukan Banyak Pria Tentang Kondom
Dijelaskannya, mengenai makanan yang sumber budidayanya non organik seperti diketahui menggunakan banyak kimia seperti pestisida dan memiliki efek jangka panjang negatif bagi tubuh seperti gangguan hormon dan juga perlambatan metabolisme tubuh.
Baca: Dewan Desak Dinkes Bengkalis Bayarkan Gaji CPNS Bidan PTT 2017
"Selain itu makanan non organik banyak yang menggunakan rekayasa genetika yang melalui Research banyak pembuktian bahwa konten nutrisi di tanaman tersebut akan barubah dan nutrisinya berkurang," jelasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-tribun-baru_20161230_092519.jpg)