Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Rusuh di Rutan Mako Brimob

Sandera Satu Personel Polisi, Napi Teroris Ngaku Siap Mati Syahid Saat Live Instagram

Saat ini mereka masih melakukan penyanderaan terhadap anggota kepolisian hingga terjadi baku tembak di dalam tahanan.

Editor: Muhammad Ridho
Instagram
Pelaku kerusuhan Mako Brimob sempat live Instagram 

TRIBUNPEKANBARU.COM -- Tahanan teroris melakukan pemberontakan di markas kepolisian Republik Indonesia. Saat ini mereka masih melakukan penyanderaan terhadap anggota kepolisian hingga terjadi baku tembak di dalam tahanan.

Insiden ini mengakibatkan lima orang anggota Brimob tewas, sedangkan satu napi terorisme tewas ditembak.

Dalam satu live instagram yang dilansungkan oleh napi teroris, terdapat satu orang diantara kawanan mereka yang terluka dan tampak sedang diperban.

"Itu ulah mereka. Dimanapun dan kapanpun, kita akan mati di sini. Kita akan mati syahid sebagai syuhada," ujar seorang napi sambil mengacung-acungkan jarinya di rutan Mako Brimob, Rabu (9/5/2018).

Seorang yang berada dibelakan kamera mengatakan kalau diantara napi banyak yang terluka, mereka di dalam posisi terkepung dan tidak bisa keluar.

Dia menceritakan kalau temannya tertembak di bagian dada dan membutuhkan pertolongan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal mengungkapkan bahwa terdapat korban jiwa dalam insiden keributanantara narapidana terorisme dan beberapa polisi di Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Selasa (8/5/2018) malam.

Seperti yang dilansir Kompas.com menurut Iqbal, lima polisi gugur dan satu narapidana kasus terorisme tewas dalam insiden tersebut. Satu narapidana terorisme itu ditembak karena melawan dan merebut senjata petugas.

Jalan Akses UI di depan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, ditutup sementara, Rabu (9/5/2018).()
Jalan Akses UI di depan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, ditutup sementara, Rabu (9/5/2018).() (KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

"Kami sampaikan bahwa kejadian insiden ini memakan korban jiwa. Ada lima rekan kami dan satu dari mereka (narapidana terorisme) terpaksa kami lakukan upaya kepolisian karena melawan dan mengambil senjata petugas," ujar Iqbal saat memberikan keterangan pada awal media yang meliput tak jauh dari gerbang Mako Brimob, Rabu (9/5/2018).

Saat ini, kata Iqbal, enam jenazah sudah di bawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Ratusan Brimob bersenjata lengkap keluar dengan berjalan tiga baris menuju RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua Depok sekitar pukul 09.30 WIB pada Rabu (9/5/2018).
Ratusan Brimob bersenjata lengkap keluar dengan berjalan tiga baris menuju RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua Depok sekitar pukul 09.30 WIB pada Rabu (9/5/2018). (Tribunnews.com/Gita Irawan)

"Rekan kami yang gugur saat ini sudah di RS Polri Kramat Jati," kata Iqbal.

Sementara itu, hingga pukul 15.45 WIB masih ada satu anggota polisi yang disandera oleh narapidana terorisme di dalam rutan Mako Brimob.

Namun, ia memastikan pihak kepolisian telah mengamankan situasi sehingga tidak akan melebar ke luar area Mako Brimob. Selain itu, proses negosiasi pun masih terus dilakukan.

"Satu rekan kami masih di dalam sedang disandera saat ini di tengah situasi kondusif kami dapat mengamankan situasi dan memblokir tahanan tersebut sehingga tidak melebar keluar. kami terus melakukan negosiasi," ucapnya.

Iqbal menuturkan insiden antara narapidana terorisme dan beberapa polisi berawal dari keributan antara tahanan dan petugas kepolisian.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved