Senin, 27 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Komisi V Minta Distribusikan Guru ke Daerah Terpencil dan Tambah Tunjangannya

Seharusnya para guru mengingat janjinya sebelum diangkat, yang menyatakan siap ditempatkan di seluruh Indonesia.

Penulis: Alex | Editor: M Iqbal

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kesenjangan jumlah guru di daerah terpencil dan kawasan kota sampai saat ini masih menjadi persoalan di dunia pendidikan Provinsi Riau.

Salah seorang anggota DPRD Riau, Husni Thamrin mengatakan, yang terjadi saat ini malah banyak keluhan dari daerah terkait minimnya jumlah guru di daerah.

"Beberapa kali sudah kita sampaikan, agar dilakukan pemetaan jumlah guru, sehingga guru di kawasan kota bisa disalurkan ke daerah-daerah terpencil. Sampai kemaren kita masih mendapat laporan kekurangan guru di daerah terpencil, begitu juga sebelumnya," kata Husni Thamrin kepada Tribun, Minggu (13/5).

Diakui Thamrin, guru akan keberatan untuk dipindahkan ke daerah, dengan berbagai alasan dan masalah. Namun jika diberikan anggaran yang setimpal, hal itu tentunya akan menjadi motivasi bagi para guru.

"Hal ini harus disiasati, misalnya dengan menyediakan anggaran yang setimpal bagi para guru tersebut, dan tunjangan tersebut memang sudah sewajarnya ditambah bagi mereka yang di daerah. Saya yakin para guru akan bersedia dipindahkan," ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi V DPRD Riau lainnya, Husaimi Hamidi mengatakan, hingga saat ini memang ada banyak sekolah di pedesaan dan daerah terpencil yang sangat kekurangan guru. Sementara, di kawasan kota, guru jumlahnya berlebih.

"Kita lihat di sekolah kota, menumpuk guru-guru. Ada isteri pejabat, isteri camat, dan lainnya, pada ngumpul di sana, sehingga dinas pendidikan takut mindahkan," kata Husaini.

Dikatakan Husaimi, seharusnya para guru mengingat janjinya sebelum diangkat, yang menyatakan siap ditempatkan di seluruh Indonesia.

Dikatakan politisi PPP Riau ini, jika para guru honor di sekolah pedesaan berhenti, maka sekolah tersebut akan kekurangan guru dan tidak ada aktivitas belajar mengajar, karena hampir semua merupakan guru honor di daerah.

"Ada di antara mereka yang digaji Rp 350 ribu per bulan, bahkan ada juga yang dibawah itu. Kita harapkan dinas pendidikan lebih bijak, dengan menyalurkan guru PNS ke daerah, dan meningkatkan gaji guru honor," ujarnya. (ale)

Baca: Lepas Peserta Trabas 86 Trail Adventure di Kemuning, Pjs Sebut Wisata Inhil Tidak Hanya Pantai Solop

Baca: Sekda Khawatirkan Ketersediaan Anggaran Pemprov Riau

Baca: Komisi IV Nilai Rencana Pembangunan Gedung SNVT Harusnya Digunakan untuk Jalan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved