Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pimpinan Ormas Katolik Kecam Aksi Terorisme di Gereja di Surabaya

Pimpinan Organisasi Massa Katolik di Indonesia menyatakan sikap sebagai bentuk keprihatinan kami atas peristiwa aksi bom bunuh diri

Editor: harismanto
Istimewa
Gereja Santa Maria Tak Bercela 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Aksi bom bunuh diri yang meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak Tercela, Gereja Kristen Indonesia dan Gereja Pantekosta 146 di Surabaya pada hari ini adalah tindakan nyata kejahatan terorisme.

Hal itu terungkap dalam pernyataan sikap Ketua Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia Hargo Mandirahardjo dan Sekjen Benny Sabdo, Ketua Presidium DPP Wanita Katolik Republik Indonesia Justina Rostiawati dan Sekjen Lies Budi, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Karolin Margret Natasa dan Sekjen Christhoper Nugroho, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Juventus Prima Y. Kago dan Sekjen Thomson Sabungan Silalahi, Sekretaris Nasional Forum Masyarakat Katolik Indonesia Veronica Wiwiek Sulistyo dan Ketua Umum Forum Masyarakat Katolik Indonesia Keuskupan Agung Jakarta Yulius Setiarto.

Baca: Pelaku Bom di Gereja Surabaya Seorang Wanita dan 2 Anaknya, Pasang Bom di Tubuhnya 

Aksi teror hari ini, telah menyebabkan duka, air mata dan bahkan darah yang tercurah pada saat perayaan Ibadah dan Ekaristi di Gereja menjadi saksi hilangnya toleransi dan akal sehat.

Ledakan Bom ini tidak hanya merusak harta benda, juga korban yang meninggal dunia dan beberapa orang luka berat, tetapi juga mengoyak kerukunan umat beragama yang sudah kita jaga. Oleh karena itu, kami menyampaikan kepada keluarga korban dan kepada Bangsa Indonesia, bahwa kami merasakan duka yang sangat dalam serta prihatin dengan peristiwa bom bunuh diri ini. Kami turut berdukacita, turut berbelasungkawa atas korban kemanusiaan yang telah meninggal dunia, Beristirahatlah dalam damai di surga.

Kami memandang persatuan, kesatuan dan kebhinekaan adalah keniscayaan yang harus terus menerus kita jaga, rawat, dan pertahankan dengan segenap jiwa dan raga sebagai suatu bangsa yang berdaulat. Kami juga memandang bahwa tragedi kemanusiaan ini telah melukai hati kita, anak-anak bangsa. Kita memang masih berduka, tetapi kita ingin bangkit dan melawan kejahatan terorisme dan semua tindakan intoleransi di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Maka, dengan ini para Pimpinan Organisasi Massa Katolik di Indonesia menyatakan sikap sebagai bentuk keprihatinan kami atas peristiwa aksi bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya tanggal 13 Mei 2018, sebagai berikut:

Baca: Video Detik-detik Ledakan Bom di Gereja Surabaya

1. Kami mengutuk keras segala macam bentuk aksi terorisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kami menyerukan supaya tidak takut terhadap pelaku teror. Mari kita bersatu melawan segala bentuk aksi teror. Semangat persatuan dan kebhinekaan adalah keniscayaan yang harus terus-menerus kita jaga, rawat dan dipertahankan sebagai sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat;

2. Kami mendesak sekaligus mendukung aparat keamanan, khususnya POLRI untuk mengusut tuntas pelaku teror dan menanggulangi jaringan terorisme di NKRI. Hukum harus ditegakkan dan pelaku teror harus diproses melalui hukum yang berlaku dan mendapatkan hukuman yang setimpal;

3. Kami mengajak semua pihak, khususnya umat Katolik di NKRI untuk menciptakan suasana yang kondusif di masyarakat, mempererat persatuan dan kesatuan sebagai anak bangsa untuk melawan kejahatan terorisme, dan tetap merawat komitmen kebangsaan

Akhir kata, mari kita memperkuat komitmen kebangsaan, dan kami memandang tidak ada tempat bagi pelaku teror di Negara Pancasila. Oleh karena itu, kepada seluruh elemen anak bangsa, kami mendorong untuk bersama-sama membangun Indonesia dengan semangat kebersamaan, kegotong-royongan, mewujudkan solidaritas tanpa sekat tanpa terpecah belah oleh politik identitas dan ujaran kebencian. (rls)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved