Pekanbaru
Pengemis Anak-anak Masih Ramai di Simpang Arengka, Ini Harapan Warga
Pengemis anak-anak nampaknya semakin bertambah ramai, di beberapa titik persimpangan di Kota Pekanbaru.
Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Budi Rahmat
Laporan Syafruddin Mirohi
TRIBUNPEKANBARU.com-PEKANBARU- Pengemis anak-anak nampaknya semakin bertambah ramai, di beberapa titik persimpangan di Kota Pekanbaru.
Terutama di Simpang Empat Arengka Pekanbaru.
Keberadaan pengemis anak-anak ini, seakan dibiarkan meminta-minta kepada pengendara, yang sedang berhenti di lampu merah.
Baca: Pengemis Ditemukan Tewas di Mobilnya, Ada Uang Rp 46 Juta dan Tabungan Rp 1,6 Miliar
Hal ini sudah banyak dikeluhkan warga pengendara. Sebab, anak-anak yang menjadi pengemis tersebut, masih tergolong di bawah umur. Pantauan Tribunpekanbaru.com, Minggu (20/5/2018), sekitar 4 anak-anak di bawah umur terlihat meminta-minta kepada pengendara.
Mereka juga berlari-lari sambil membawa bulu pembersih debu, di antara mobil yang sedang berhenti. Terlihat, tidak ada sedikit pun wajah takut di raut muka anak-anak ini. "Aktivitas ini hampir setiap hari.
Baca: Tak Susah Berantas Gepeng, Kata Dewan Gandeng Pihak Ini Maka Bisa Teratasi
Kita takut mereka tertabrak," kata Rani, warga Panam, pengendara mobil saat ditemui Tribunpekanbaru.com.
Beberapa warga lain yang sering melintasi Simpang Empat Arengka, juga mengatakan hal yang sama.
Meski kini pengerjaan fly over, namun mereka tetap mengemis, tanpa takut sedikit pun.
Terkadang mereka istirahat, tepat di depan Kantor Pertanian, di bawah tenda seadanya.
Baca: Akui Pembinaan di Shelter Tidak Maksimal, Dinsos Akan Gandeng TNI Bina Gepeng dan Anak Punk
Melihat kondisi ini, para warga berharap, agar pemerintah menindaklanjuti keluhan warga tersebut. Sebab, jika dibiarkan, akan lebih berbahaya.
Apalagi dalam kondisi macet yang cukup parah di jalur tersebut, ditambah lagi kendaraan yang lalu lalang, tidak tentu arah.
Baca: DPRD Dukung Disdik Pekanbaru yang Siap Sekolahkan Lagi Anak-anak Gepeng
'Kita berharap Pemko melalui OPD-nya bergerak. Apalagi di Bulan Puasa ini. Jika dibiarkan akan bertambah jumlahnya. Mereka ini kan tergolong pengemis musiman dan pengemis permanen," pintanya. (Saf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pekanbaru_20180520_194945.jpg)