SKK Migas Ajak Puluhan Wartawan Riau Buka dan Sahur Bersama
Ia menyebut kegiatan yang ditaja sekali setahun bersama wartawan di Riau selalu berlangsung mengesankan.
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Afrizal
Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Mayonal Putra
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Puluhan wartawan senior-junior menghadiri edukasi wartawan, SKK Migas -KKKS Wilayah Riau, Jumat (8/6/2018), di Balairung Room, Hotel Pangeran, Pekanbaru.
Kegiatan itu sekaligus buka bersama dan sahur bersama, besoknya.
Kegiatan tersebut ditaja bersama sektor hulu Migas se Riau, seperti Pertamina PHE Siak, EMP, PT Chevron Pacipic Indonesi (CPI) Pertamina EP, SPR Langgak, Pertamina PHE Kampar.
SKK Migas menghadirkan 4 narasumber, yakni Rudianto Rimbono dari KKKS, Indra Agus Lukman dari Dinas ESDM provinsi Riau, Dr. Eng Muslim dari UIR dan Zulmansyah Sekedang, PWI Riau.
Kegiatan yang berlangsung santai tersebut berjalan aman.
Baca: Kadispora Riau Semangati Atlet Paralimpian Saat Buka Puasa
Baca: Hotel Dafam Pekanbaru dan Dompet Dhuafa Undang Serta Santuni 65 Anak Panti Asuhan
Sekaligus menjadi ajang temu kangen di antara para wartawan senior-junior se Riau.
Maklum, wartawan-wartawan daerah juga diundang untuk mengikuti kegiatan itu.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Hamid Rusli tampak senang dengan dengan kegiatan tersebut.
Ia menyebut kegiatan yang ditaja sekali setahun bersama wartawan di Riau selalu berlangsung mengesankan.
"Edukasi ini sekaligus silaturrahmi kita, agar teman-teman wartawan dapat memberikan informasi ter up date kepada masyarakat," kata dia.
Menurut dia, informasi-informasi ter up date tentang hulu Migas penting diketahui masyarakat.
Sehingga peran media dalam perkembangan terkini Migas sangat diperlukan.
Selain itu, dia juga menyampaikan, tenaga kerja lokal di sektor Migas ini mencapai 31.700 orang dan tenaga kerja asing (TKA) sebanyak 1000.
Rudianto Rimbono mengatakan, pengelolaan sektor Migas melalui SKK Migas ini adalah amanah nasional. Namun, eksplorasi Migas menyedot anggaran yang sangat banyak, sementara tingkat keberhasilan sangat sedikit.
"Untuk pengeboran mengeksplorasi 80 persen gagal, kemungkikan berhasil hanya 20 persen. Sebab, seismic itu berada pada 3000 meter di bawah permukaan tanah," kata dia.
Baca: Ahok Dituduh Selingkuh dan Diisukan Pindah Agama, Sang Adik Fifi Lety Ungkap Fakta Mengejutkan
Baca: Wanita Ini Terkena Stroke Lantaran Bermain Mobile Legends
Dia juga menyampaikan, untuk gas alam saat ini tidak lagi banyak diekspor. 58 persen lebih sudah untuk kebutuhan domestik. "dulu banyak diekspor karena kebutuhan dalam negeri masih sedikit," kata dia.
Sementara itu, Indra Agus Lukman mengakui lifting Migas dari tahun ke tahun selalu turun. Pada 2013 sekitar 42 persen, 2014 sebanyak 41 persen dan 2015 tinggal 28,3 persen. Sementara gross reveniewnya naik turun.
Tidak hanya itu, ia juga mengakui ada perbedaan perhitungan DBH antara Pemprov Riau dengan Mentri Keuangan.
Akibatnya DBH yang diterima Riau jauh lebih sedikit dari perhitungan Pemprov Riau.
"Ini kami tidak diam saja, sampai hari ini tetap berusaha menyampaikan perhitungan kita ke pusat," kata dia.
Pada kesempatan itu, Dr. Eng Muslim juga menyampaikan, input pekerja di Migas bukan sembarangan.
Melainkan membutuhkan tenaga profesional mengingat biaya yang ditimbulkan sangat banyak, dan risiko yang dihadapi juga sangat tinggi.
Kegiatan edukasi itu semakin menarik kala dai cilik Riau, Sahira tampil memberikan tausyiah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/skk-migas_20180608_205914.jpg)