Keunikan Tata Cara Makan Orang Yahudi, di Antaranya Daging Tak Boleh Dicampur Susu
Apa hubungannya perlengkapan dengan halal tidaknya makanan? Masak sesuai dengan hukum Yahudi memang sulit.
Warna merah dipakai untuk daging, warna biru untuk susu dsb.
Terpaksa mesin cuci piring pun perlu dua buah! Orang Yahudi ortodoks bahkan mempunyai dua dapur.
Baca: Salat Tasbih Memperbanyak Ibadah, Begini Tata Cara Salatnya
Kalau keluarga biasa sering mempunyai dua perlengkapan makan: satu untuk dipakai sehari-hari dan satu untuk peristiwa penting, maka keluarga Yahudi bisa mempunyai empat set.
Jumlah itu bisa menjadi enam kalau ditambah dengan perlengkapan untuk Pesach, yakni pesta Paskah Yahudi.
Pertanyaan timbul apakah rumah tangga seperti itu tidak sangat rumit. Namun, orang yang dibesarkan dalam rumah Yahudi tradisional sudah menganggapnya wajar.
Urutan menu
Yang juga penting ialah urutan makanan yang harus disantap. "Menu daging" tidak boleh disajikan dengan produk susu. Umumnya harus ada masa "tenggang" enam jam sebelum boleh disajikan susu.
Namun, di kebanyakan negara Eropa waktu itu di perpendek menjadi tiga jam, sedangkan di Belanda hanya satu jam. Setelah apa yang disebut "menu susu" orang boleh makan daging asal di sela dengan minum.
Keju yang keras atau kuning dianggap sebagai daging. Daging dan ikan hanya boleh dimakan pada saat yang sama, kalau di sela minum atau makan secuil roti. Kombinasi langsung dianggap akan membahayakan kesehatan.
Baca: 5 Kebiasaan Unik Pemudik di Indonesia, dari Tas Kardus Isi Ayam Hingga Naik Motor Jarak Jauh
Beras, kentang, sayur, buah dan masakan tepung boleh dimakan bersama daging maupun susu. Yang tidak mungkin misalnya panggang daging dalam oven dengan keju parut.
Mengapa babi haram?
Semua binatang yang memamah biak dan mempunyai kuku terbelah dianggap halal, seperti sapi, domba, kambing. Binatang yang tidak memenuhi salah satu persyaratan itu, seperti babi, merupakan binatang haram.
Soalnya, babi mempunyai kuku terbelah, tetapi ia tidak memamah biak.
Unggas seperti ayam, kalkun, angsa dan itik boleh dimakan. Mengenai hal itu juga terdapat perbedaan pendapat, tetapi umumnya disesuaikan dengan tradisi yang ada.
Telur burung haram. Gagak dan alap-alap juga tidak boleh dimakan.