Pertamax Naik, Wakil Ketua DPRD Ini Minta Penyaluran Premium yang Harus Diperhatikan
Naiknya harga BBM jenis pertamax Senin lalu, menurut Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman tidak masalah.
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander
TRIBUNPEKANBARU.COM – Naiknya harga BBM jenis pertamax Senin lalu, menurut Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman tidak masalah dengan kenaikan harga BBM non subsidi tersebut.
Hal itu menurutnya karena konsumen pertamax bukanlah masyarakat kelas menangah ke bawah.
Sehingga menurutnya yang banyak menggunakan BBM pertamax tersebut adalah kalangan kelas menengah ke atas.
Baca: Najib Razak Ditangkap Polisi Anti-korupsi Malaysia
Dikatakannya, kenaikan harga tersebut mengikuti harga minyak dunia, dan sudah sesuai dengan aturan.
“Pertamax kan bukan yang membelinya bukan orang yang tidak mampu, itu kan kelas menegah keatas saja yang membeli, jadi tidak masalah, biarin saja, kalau mereka mampu kenapa rupanya? Yang harus perhatikan itu premium. Pastikan premium cukup,” kata pria yang akrab disapa Dedet ini kepada Tribun, Selasa (3/7/2018).
Baca: Kejari Pekanbaru Terima Pelimpahan Berkas Dugaan TPPU Oknum Polisi Penjual Satwa
Ia juga meminta agar pemerintah pusat segera membuat regulasi terkait penyaluran premium di masyarakat, karena berdasarkan pengamatannya, pendistribusian BBM bersubsidi tersebut masih tidak tepat sasaran.
“Pendistribusian itu yang harusnya dikritisi, buat dong regulasinya, selama ini hanya imbauan saja, masak mobil mercy isinya premium, saya sudah lima tahun tidak pernah isi premium, karena saya sadar itu bukan hak saya,” ulasnya.
Baca: Timnas Inggris Dalam Kepercayaan Diri Tinggi Hadapi Kolombia
Pihaknya juga tidak bisa membuat aturan melalui Perda untuk distribusi, karena hak penjualan tetap berada di Pertamina.
Sehingga kalau dibuat aturan khusus, dikawatirkan Pertamina mempertimbangkan memasok minyak ke Riau.
“Kita tidak bisa buat Perda, jika kita buat nanti, mereka ngisinya ke Sumbar atau ke Jambi nanti, kan percuma saja,” imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/bbm-non-subsidi-pertamax-turbo-resmi-diluncurkan_20161115_174415.jpg)