Tinjau Pelayanan Kantor Cabang Direksi BPJS Kesehatan Sumbagteng Jadi Frontliner
Peninjauan langsung dilakukan memastikan peserta JKN-KIS mendapatkan pelayanan terbaik dari petugas BPJS Kesehatan di kantor cabang.
Penulis: Hendri Gusmulyadi | Editor: Afrizal
Menurut Siswandi, dibandingkan negara-negara lain yang menerapkan sistem jaminan sosial, pertumbuhan peserta program jaminan kesehatan di Indonesia terbilang sangat pesat, dilihat dari jumlah kepesertaan yang sudah mencapai 80 persen dari total jumlah penduduk.
"Hanya dalam waktu 4 tahun, program JKN-KIS telah mengcover hampir semua masyarakat," jelasnya.
Siswandi juga menyebut, tumbuh kembang Jaminan Sosial di Indonesia bahkan mampu mengalahkan beberapa negara yang sudah lebih dulu menjalankan program jaminan sosial yang sama.
Ia mencontohkan, seperti Jerman yang sudah sekitar 120 tahun menyelanggarakan jaminan sosialnya, baru mampu meng-cover 85 persen dari total populasi penduduknya.
Begitu pun Austria, selama 79 tahun, baru mengcover 99 persen dari total populasi penduduknya.
Baca: Pelaku Pembunuh Daud Hadi Ditangkap, Sosok Inilah yang Jadi Otak di Balik Kejahatan
Baca: Bukan Menyehatkan, 7 Jenis Minuman Ini Bisa Mengacam Kesehatan Anak
"Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100 persen dari populasi penduduknya," tambahnya.
Siswandi pun menjelaskan, program JKN-KIS telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia, jika melihat jumlah kepesertaannya yang telah melampaui angka 198,8 juta dan dilaksanakan melalui pendekatan single payer institution.
Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) alias Cakupan Kesehatan Semesta, sehingga nantinya seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan.
Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Sumbagteng Jambi telah bekerja sama dengan 1.670 FKTP yang terdiri atas 750 Puskesmas, 283 Dokter Praktik Perorangan, 490 Klinik Non Rawat Inap, 65 Klinik Rawat Inap, 1 RS Kelas D Pratama, serta 81 Dokter Gigi. Sementara itu di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan Kepwil Sumbagteng Jambi telah bermitra dengan 189 RS dan Klinik Utama, 173 Apotik, dan 126 Optik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/bpjs-kesehatan_20180705_142643.jpg)