Guru Indonesian Creative School yang Ditemukan Tewas di Mess Dikenal Ramah dan Taat Ibadah
Beberapa warga mengatakan setiap magrib almarhum rutin shalat di masjid yang lokasinya tidak jauh dari Indonesian Creative School
Penulis: Alex | Editor: Afrizal
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Sosok Wahyu Ihdia, guru Indonesian Creative School (ICS) yang ditemukan meninggal di mess guru sekolah tersebut pada Senin (13/8/2018) ternyata juga dikenal sebagai pria yang taat beribadah.
Penelusuran Tribunpekanbaru.com di sekitar sekolah tersebut, ada beberapa warga yang mengenal dirinya, karena setiap magrib almarhum rutin shalat di masjid yang lokasinya tidak jauh dari sekolah tersebut.
Helda, salah seorang warga sekitar menyampaikan, setiap magrib ia melihat Wahyu datang ke masjid tersebut untuk melaksanakan shalat berjamaah.
"Kami melihat ia ke masjid setiap magrib untuk shalat berjamaah," kata Helda kepada Tribun, Selasa (14/8/2018).
Sementara itu, Ardo jamaah masjid tersebut juga menyampaikan, Wahyu juga cukup ramah dan suka menyapa warga.
"Tidak begitu dekat kali, hanya kenal begitu saja. Cukup ramah orangnya, suka bertegur sapa juga," imbuhnya.
Baca: Begini Keinginan Guru Indonesian Creative School Pekanbaru Sebelum Ditemukan Tewas di Mess
Baca: Inilah Penyebab Meninggalnya Guru International Creative School Pekanbaru
Baca: Guru International Creative School Pekanbaru Ditemukan Tak Bernyawa dalam Kamar Mess Sekolah
Diberitakan sebelumnya, pria bernama Wahyu Ihdia (36), seorang guru yang mengajar di Indonesian Creative School (ICS) Pekanbaru ditemukan meregang nyawa.
Jasadnya ditemukan di dalam kamar mess ICS di Jalan Melati, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Senin pagi.
Menurut informasi yang diterima Tribunpekanbaru.com, penemuan jasad korban berawal saat seluruh karyawan dan guru ICS, melaksanakan kegiatan briefing pagi.
Saat itu, korban tak tampak batang hidungnya.
Sehingga karyawan dan guru lainnya, berinisiatif untuk mencari korban di mess tempat dia tinggal.
Sampai di mess korban, para saksi mencium bau yang menyengat.
Pintu kamar korban juga dalam keadaan terkunci dari dalam.
Ketika dilihat dari jendela, terlihat tubuh korban dalam posisi terlungkup di depan pintu kamar mandi dengan menggunakan baju kaos oblong biru dan celana pendek warna coklat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/guru-yang-tewas-di-mess_20180813_191717.jpg)