Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pekanbaru

Terus Berjalan, Program Vaksinasi MR di Pekanbaru Akan Berakhir 30 September Mendatang

Meski menuai pro dan kontra di tengah masyarakat, pemberian vaksin Measles Rubella (MR) kepada anak-anak di Pekanbaru masih akan tetap berlanjut

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Budi Rahmat
Istimewa
Pemberian vaksin MR di Kecamatan Ukui dan Langgam kepada siswa oleh petugas Puskesmas pada Sabtu (11/8/2018). 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Meski menuai pro dan kontra di tengah masyarakat, pemberian vaksin Measles Rubella (MR) kepada anak-anak di Pekanbaru masih akan tetap berlanjut.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldi, Selasa (14/8/2018) menegaskan, meski sejumlah sekolah ada yang meminta program ini ditunda karena mendapat penolakan dari orang tua siswa, namun program vaksinasi bagi anak-anak di sekolah tetap berlanjut hingga 30 september mendatang.

Baca: Rekanan Berharap Anggaran Tunda Bayar Tak Digeser Tahun Depan

"Bagi sekolah yang menolak atau ingin menunda kami persilahkan. Sampai batas waktu tanggal 30 September, karena program ini kan mulai tanggal 1 Agustus sampai 30 September. Kita belum dapat arahan dari pusat apakah nanti diperpanjang atau tidak," kata Zaini.

Baca: Jelang Idul Adha Penjual Hewan Kurban Menjamur di Kota Pekanbaru

Seperti diketahui, program pemberian vaksin Measles Rubella (MR) kepada anak-anak di Pekanbaru membuat target program ini tidak bisa berjalan lambat. Buktinya, hingga saat ini realiasi pemberian vaksin MR baru sekitar 10 persen dari target yang ditetepkan.

"Masih jauh dari target, realisasinya baru sekitar 10 persen, dari 281 ribu anak yang menjadi target kita ternyata sampai saat ini baru sekitar 28 ribu anak yang bersedia dan sudak dilakukan vaksin," kata Zaini.

Baca: Sharenting, Jangan Sampai Berdampak Buruk Pada Mental Anak

Rendahnya realiasi pemberian vaksin ini tidak terlepas akibat adanya pro dan kontra vaksin MR yang belum mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. Sebab pihaknya tidak bisa memaksa anak yang orang tuanya tidak bersedia diberikan vaksin MR.

"Tidak ada paksaan, karena memang kenyataanya sampai saat ini sertifikasi halal dari MUI belum ada. Jadi kita hanya melakukan vaksinasi kepada anak yang sudah mendapatkan persetujuan dari orangnya," ujarnya.

Baca: Maruf Amin Kunjungi Ahok di Penjara? Ini Jawaban Adik Ahok, Ungkapkan Fakta Sebenarnya

Meski mendapatkan penolakan dari masyarakat, namun pihaknya akan tetap melanjutkan vaksinasi ini. Sebab sejauh ini belum ada instruksi dari pemerintah pusat untuk mengentikanya. Namun sejauh ini pihaknya hanya fokus memberikan vaksinasi kepada anak yang sudah mendapatkan izin dari orang tuanya saja.

Baca: Tayang Perdana Ini Rating Drama Korea Lovely Horribly

"Kita sifatnya masih menunggu informasi selanjutnya dari pusat. Karena seminggu yang lalu kita baru dapat surat edaran dari kementrian kesehatan bahwa kegiatan ini tetap harus berjalan," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved