Idul Fitri 1439 H

Jelang Idul Adha, Disnakbun Rohul Terjunkan 32 Petugas Pemeriksa Hewan Kurban

Disnakbun Rohul menerjunkan, 32 petugas, memeriksa hewan kurban yang akan disembelih.

Jelang Idul Adha, Disnakbun Rohul Terjunkan 32 Petugas Pemeriksa Hewan Kurban
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
ILUSTRASI - Sapi kurban terlihat di satu tempat penjualan hewan kurban di Jalan Daeng Taugek, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat. 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

‎TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Menjelang penyembelihan hewan kurban di hari raya Idul Adha 1439 Hijriyah, Rabu (22/8/2018), Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menerjunkan, 32 petugas, memeriksa hewan kurban yang akan disembelih.

‎Kepala Disnakbun Rohul, Herdianto , melalui Staff Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veterinir, Suwarto‎, mengungkapkan 32 petugas Keswan akan memeriksa seluruh hewan kurban masyarakat yang akan disembelih, termasuk di masjid atau mushalla.

"Dimana ada hewan kurban, baik di masjid akan langsung diperiksa oleh petugas (Keswan),"‎ katanya, Senin (20/8/2018).

Suwarto mengaku, petugas Keswan akan memeriksa kesehatan seluruh hewan kurban, baik sapi, kerbau ataupun kambing.

Baca: FOTO: Sempat Mogok, Pekerja kebersihan Kini Kembali Bekerja

Lebih lanjut diterangkanya, selain kesehatan, umur hewan, kondisi tubuh (tidak cacat), pemeriksaan bulu, perut hewan, dan lainnya akan menjadi tugas bagi para petugas.

Diakuinya, Sesuai ciri khas pada umumnya, hewan kurban terjangkit penyakit cacing hati akan terlihat ada benjolan seperti kelenjar atau pembengkakan di sekitar leher. Pembengkekan ini terkadang hilang sendiri.

Diterangkanya, untuk ciri khas sapi terserang virus jembrana,‎ air liur hewan akan keluar terus dan ada pembengkakan di sekitar leher. Sedangkan untuk ciri khas hewan terserang virus antraks, seperti hewan berkeringat darah dan lubang pelepasan selalu mengeluarkan darah, seperti dari mulut dan anus.

"Tapi alhamdulillah di daerah kita belum ada laporan atau kasus antraks ditem‎ukan," jelasnya.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat yang berkurban hendaknya memenuhi unsur sesuai dengan kaidah islam, yakni hewanya gemuk, tidak cacat, sudah cukup umur dan lain sebagainya.

Baca: Badminton Asian Games 2018: Jonathan Kalah, Skor Sementara 2-1 India, Ini Pertandingan Selanjutnya

Saat ditanya ‎berapa jumlah hewan kurban di Rohul, dirinya mengaku belum ada mendapat data berapa jumlah dilapangan untuk 2018, namun menurutnya akan terjadi pengurangan dikarenakan faktor ekonomi.

Suwarto menerangkan, pada 2017 lalu, hewan kurban disembelih di Kabupaten Rohul, baik sapi, kerbau atau kambing sebanyak 2.350 ekor.‎ Namun, diperkirakan jumlah hewan kurban yang akan disembelih di tahun ini akan mengalami penurunan, angka pastinya masih belum diketahui.

"Untuk data 2018 mungkin akan diketahui sebelum penyembelihan hewan kurban. Karena saat ini mereka masih menunggu hewan kurban nya datang," terangnya.

Baca: FOTO: Rambu di Trotoar Jalan Diponegoro Tumbang

Selain itu, menjelang hari raya Idul Adha, Suwarto mengimbau masyarakat Rohul agar tidak memakai plastik kresek atau asoy berwarna gelap atau hitam sebagai pembungkus daging hewan kurban.

"Sebaiknya gunakan plastik pembungkus berwarna terang, seperti warna putih, dan lain sebagainya," pungkasnya.  (*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved