LAM Riau Sebut Banyak Pemodal Mau Terlibat Kelola Blok Rokan
LAM Riau Senin (20/8/2018) mendatangi Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim untuk koordinasikan kelanjutan pembahasan blok Rokan.
Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Ariestia
Laporan Nasuha Nasution
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Senin (20/8) mendatangi Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim untuk koordinasikan kelanjutan pembahasan blok Rokan.
Setelah sebelumnya sudah bertemu dengan pihak Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pekan lalu.
Ketua Dewan Pimpinan Harian LAM Riau Syahril Abubakar dalam kesempatan itu mengatakan yang harus diketahui Riau sudah selangkah untuk maju dalam partisipasi mengelola blok Rokan.
"Memang untuk yang kita minta kerjasamanya adalah bisnis to bisnis kemudian pancung alas dua persen. Ada sembilan poin yang kita tuntut mulai dari beasiswa, tenaga kerja tempatan, pengusaha lokal," ujar Syahril Abubakar kepada Tribun.
Baca: Indah dan Asri, Tasik Air Putih Dinobatkan Jadi Objek Wisata Desa Teluk Semak
Untuk saat ini, setelah adanya pertemuan dengan Kementerian ESDM maka masyarakat tinggal dipersiapkan tenaga kerja dan pengusaha lokal serta mahasiswa untuk beasiswa.
"Sekarang ini agar manfaatnya lebih besar didapat Riau, Kita inginnya bisnis to bisnis dengan Pertamina dan tuntutan kita 70 persen karena 94 tahun sudah ditangan asing, "ujarnya.
Syahril juga menambahkan Riau sendiri memiliki SDM yang sudah siap untuk menggarap blok Rokan nantinya, sehingga tidak bisa dipusingkan lagi.
"Modal kita siapkan, banyak yang mau berpartisipasi, Mau asing mau lokal kita tampung, Kalau SK sudah di tangan tentu akan lebih mudah daripada tidak ikut, tidak ada masalah tidak dapat apa - apa selama ini. Orang Indonesia juga pinjam keluar negeri, "jelas Syahril.
Sementara itu Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim menyampaikan LAM sudah bertemu dengan Wamen SDM dan mendapat respon bagus.
"Harapannya, LAM harus menyiapkan semuanya untuk ketemu dengan Pertamina, terkait teknis dan sebagainya, rencananya, kalau ketemu sama Pertamina jangan pusing lagi," ujar Wan Thamrin Hasyim usai bertemu LAM.
Baca: Kiswah Kakbah Sampai Tersingkap Saat Badai Arafah dan Hujan Deras di Makkah
Mak lanjut Wan Thamrin Hasyim harus bikin time schedule, pertama bertemu dulu dengan seluruh Bupati dan Walikota, selanjutnya ada pertemuan khusus dengan lima Kabupaten penghasil, tambah lagi pekanbaru dan Dumai, sehingga Riau satu kata.
"Siapkan seluruh apa yang mau kita buat, jangan nanti pas ketemu Pertamina bengong, kita masih punya waktu tiga bulan. Bentuk tim di daerah, "jelasnya.
Tujuan akhir dari ini lanjut Wan Thamrin Hasyim, Riau tidak lagi jadi penonton saja, Riau harus jadi peserta. Kalau PI 10 persen itu sudah pasti dapat, sehingga, dengan begitu keberadaan Riau tidak terbantahkan lagi.
"Semua kemungkinan dari hasil pembicaraan, antara kita dan semuanya, kita juga kembali ke pasal 33, bahwa kekayaan bumi air, udara dan sebagainya kan, jadi kita menyiapkan secara tuntas, karena ini tantangan,"ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/perjuangan-blok-rokan_20180815_155818.jpg)