Minggu, 12 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pekanbaru

Dua Pembicara Isi Diskusi Mengenai Sikap Tegas Hadapi Pertemuan IMF-World Bank 2018 di Bali

Front Mahasiswa Nasional (FMN) menggelar diskusi melibatkan dua pembicara dari AGRA dan Pondok Belantara pada Rabu.

Penulis: Syahrul | Editor: Ariestia
Istimewa
Suasana Diskusi Publik membahas Pertemuan IMF-World Bank 2018 di Bali. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Syahrul Ramadhan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Front Mahasiswa Nasional (FMN) menggelar diskusi melibatkan dua pembicara dari AGRA dan Pondok Belantara pada Rabu (19/9/2018).

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Studi Green Radio itu dilakukan dalam menyikapi pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) - World Bank akan diselenggarakan di Bali Oktober mendatang.

Masing-masing pembicara yakni Rendy Khasmi sebagai Koordinator AGRA dan Eko Handyko Purnomo sebagai Koordinator Pondok Belantara.

Baca: Pedagang Bakso Mengeluh Dikenakan Pajak Rp 9 Juta Perbulan, Biasanya Rp 1,5 Juta

Rendy yang mendapat kesempatan pertama memberikan paparan mengenai niatan IMF yang dikabarkan datang dengan rancangan ekonomi berupa liberalisasi besar-besaran di sektor ekonomi Indonesia.

"Pertemuan ini nantinya akan menghasilkan berbagai kesepakatan dan kebijakan mengenai bantuan utang dan pengembangan program pembangunan bagi negara anggota," papar Rendy.

Dia menjelaskan, di tengah kondisi ekonomi sulit seperti sekarang, program bantuan utan tersebut bukan merupakan langkah bijak bagi masyarakat Indonesia.

"Dalam kondisi seperti sekarang, negara harus menyiapkan anggaran hingga Rp. 850 M dan biaya konstruksi hingga Rp 5 Triliun. Ini kan luar biasa sekali," sebutnya.

Baca: Forkopinda Dumai Kembali Jajal Lapangan Tembak Kodim Dumai

Lain pula dengan Eko. Lelaki yang berkegiatan di komunitas literasi dan lingkungan Pondok Belantara itu memberikan paparan mengenai dampak kebijakan hutang Indonesia terhadap masyarakat di Provinsi Riau.

"Jika Pemprov Riau mau terbuka, silahkan perlihatkan kepada rakyat Riau siapa yang berdiri di atas lahan dan hutan disini," kata Eko.

"Siapa yang menyebabkan bencana ekologi dan bagaimana penegakan hukum berjalan, maka akan terlihat bagaimana asing menguasai negeri melayu kita dengan dukungan World Bank," tambahnya kemudian.

Baca: Darah Mengucur di Wajah Mahasiswa usai Kena Pukulan Saat Demo di Medan, Kenapa Polisi Mukul?

Diskusi tersebut kemudian ditutup dengan menyerukan kepada Pemerintah Indonesia untik menghentikan penggunaan dana APBN untuk pembiayaan pertemuan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali.

Sekaligus, mewujudkan Reforma Agraria sejati dengan bangunan industri nasional yang kuat dan mandiri dengan mencabut OO Nomor 78/2015. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved