Ekonomi

TBS Riau Pekan Ini Naik Rp 6,63 Per Kilo, Berikut Penetapan Harga Dari Dinas Terkait

Faktor internal berpengaruh terhadap harga TBS karena naiknya harga jual CPO dan kernel dari beberapa perusahaan sumber data.

infosawit.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan tribunpekanbaru.com, Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Periode 10 sampai dengan 16 Oktober 2018 ini, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Selasa (9/10/2018) menetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit Riau sebesar 1.489,50/Kg, untuk umur 10-20 tahun.

Jika dibanding pekan sebelumnya, periode saat ini memperlihatkan kenaikan di semua kelompok umur.

Namun jumlah kenaikan terbesar terjadi pada kelompok 10-20 tahun.

Baca: Bawaslu dan Panwaslu Awasi Ketat Kampanye Pilpres 2019 dan Pileg 2019

Baca: Harga Tepung Naik, Pengusaha Mie Sagu di Meranti Menjerit

"Kelompok umur 10-20 tahun naik harga sebesar Rp 6,63/Kg atau mencapai 0,45 persen dari harga minggu lalu. Sehingga harga TBS untuk kelompkok ini menjadi Rp 1.489,50/Kg," ujar Kasi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, T Neni.

Kenaikan harga TBS periode 10 sampai 16 Oktober 2018 kata Neni, disebabkan oleh dua faktor, yakni internal dan faktor eksternal.

Faktor internal berpengaruh terhadap harga TBS karena naiknya harga jual CPO dan kernel dari beberapa perusahaan sumber data.

Terutama harga CPO, PTPN V mengalami kenaikan sebesar Rp 122,66/Kg, Sinar Mas Group naik sebesar Rp 116,57/Kg, Astra Agro Lestari Group sebesar Rp 64,54/Kg, Asian Agri Group sebesar Rp 48,05/Kg, dan PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikan sebesar Rp 132,00/Kg dari harga minggu lalu.

Baca: Kajati Tegaskan Menerima Hibah Gedung dari Pemprov Riau, Bukan Uang

Sedangkan untuk harga jual kernel, Sinar Mas Group mengalami kenaikan sebesar Rp 18,37/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 76,36/Kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 212,02/kg, dan PT Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp 200,00/Kg, dari harga minggu lalu.

"Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh membaiknya penjualan CPO, yang berarti meningkatnya permintaan. Pembelian CPO dan produk turunannya saat ini paling tinggi dicatatkan oleh India, bahkan pada bulan Agustus tercatat mencapai 823.000 ton, ini merupakan rekam pembelian tertinggi sepanjang masa perdagangan sawit Indonesia," katanya.

Baca: 23 Orang Mendaftar Seleksi Pejabat Tinggi Pratama di Kabupaten Inhu

Halaman
12
Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved