Kepulauan Meranti
Pengelola Arena Permainan Keluarga Bantah Lakukan Praktik Judi
Pengelola Gelper arena permainan keluarga di Jalan Teladan, Selatpanjang membantah telah melakukan praktik judi di tempat mereka
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Nolpitos Hendri
Pengelola Arena Permainan Keluarga Bantah Lakukan Praktik Judi
Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh Budi Wibowo
TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Pengelola gelanggang permainan (Gelper) arena permainan keluarga di Jalan Teladan, Kecamatan Tebingtinggi, Selatpanjang membantah telah melakukan praktik judi di tempat mereka.
Pihak pengelola mengatakan, fasilitas permainan yang mereka operasikan murni sebagai hiburan keluarga.
"Tidak benar ada unsur judi di sana. Tempat permainan kami murni untuk hiburan," ujar penanggungjawab Arena Permainan Keluarga, Zulharman, Kamis (25/10/2018).
Baca: PT Tirta Kimia Utama Belum Miliki Izin, Puluhan Masa LSM Penjara Aksi di Mapolda Riau
Baca: APBD Pekanbaru 2019 Turun, Wakil Rakyat: Kita Sejahterakan Masyarakat Dulu
Dari awal pengurusan izin di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kabupaten Kepulauan Meranti beber Zulharman, pengelola telah komitmen tak akan menggelar praktik judi dalam bentuk apapun.
Sebab itu dia mengaku heran, Arena Permainan Keluarga terindikasi judi oleh oleh sejumlah ormas.
"Saya heran juga, sebab selama ini kami tak ada melakukan praktik judi. Saya sudah tanyakan ke karyawan saya, tak ada satupun dari mereka yang mempraktikkan judi di sana," ujarnya.
Ia mengatakan, mereka juga mematuhi peraturan jam beroperasi.
Para pelajar juga tidak diperkenankan masuk ke arena permainan tersebut.
"Semua aturan sesuai izin kemarin kami patuhi semua. Bisa dicek sendiri ke sana," ujarnya.
Zulharman berharap agar Pemkab Kepulauan Meranti tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan untuk mencabut izin tempat usaha mereka.
Baca: Dandim Dumai: Kolonel Yose Aldino Sosok yang Ramah
Baca: Ramalan Zodiak Jumat 26 Oktober 2018: Scorpio Kayaknya Butuh Liburan Deh, Zodiakmu Gimana?
Sebab, tempat permainan tersebut sudah menyerap puluhan tenaga kerja.
"Kami beroperasi bukan semata-mata mencari keuntungan saja. Tapi kami juga merekrut puluhan tenaga kerja dari anak daerah. Ada 50 pekerja yang menggantungkan hidupnya di tempat permainan tersebut. Mulai dari tukang bersih-bersih hingga tukang jaga," ujar Zulharman.
Diberitakan sebelumnya, Pemkab Kepulauan Meranti akan mengevaluasi izin operasi gelanggang permainan (Gelper) di Jalan Teladan, Kecamatan Tebingtinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/sosmed-tribun-pekanbaru_20181001_215941.jpg)