Gempa di Sulteng

Pengungsi Palu Ngaku Diteror di Malam Hari

Dia juga meminta warga pengungsi untuk selalu waspada, tidak mudah terpengaruh bujuk rayu orang yang belum dikenal.

Pengungsi Palu Ngaku Diteror di Malam Hari
Tenda-tenda pengungsi yang digunakan korban gempa tsunami dan likuifaksi Palu 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pengungsi di Mamboro, Palu Utara, Sulteng, korban gempa magnitudo 7,4 dan tsunami yang masih tinggal di tenda pengungsian mengaku dikejutkan suara aneh dari dalam hutan pada malam hari.

“Suara ribut bersahutan terdengar hingga di tenda tempat saya mengungsi,” kata Aan Irawan, warga Mamboro.

Aan Irawan menyampaikan pengalaman yang dialaminya ini di media sosial Facebook dan langsung mendapat komentar dari banyak netizen.

“Anak-anak kecil tidak tenang dan terganggu tidurnya, mereka nakalimaya (menangis terus),” kata Aan Irawan seperti dikutip dalam group Facebook Info Kota Palu.

 Tenda-tenda pengungsi yang digunakan korban gempa tsunami dan likuifaksi Palu
Tenda-tenda pengungsi yang digunakan korban gempa tsunami dan likuifaksi Palu ()

Suara yang membuat ketakutan pengungsi di Mamboro ini hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi.

Bisa jadi suara tersebut merupakan suara hewan liar yang aktif pada malam hari (nokturnal).

Awas Hoaks

Saat cerita viral ini dikonfirmasi oleh Kompas.com ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Kepala Seksi Pencegahan, Gayus Pakan mengatakan pihaknya belum pernah mendapat keluhan pengungsi.

Dia juga belum dapat memastikan apakah gangguan suara-suara tersebut berkaitan dengan upaya human trafficking atau bukan, atau sekadar gangguan keamanan.

Gayus juga menambahkan, pihaknya masih memperbolehkan warga tinggal di tenda pengungsian serta belum ada perintah bagi mereka untuk kembali tinggal di rumah.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved